Iran Blokade Selat Hormuz Usai Khamenei Tewas Diserang AS-Israel: Harga Minyak Siap Melambung

Senin 02 Mar 2026, 04:30 WIB
Iran blokade selat hormuz usai Khamenei tewas diserang AS-Israel (Sumber: arynews.tv)

Iran blokade selat hormuz usai Khamenei tewas diserang AS-Israel (Sumber: arynews.tv)

POSKOTA.CO.ID - Eskalasi konflik Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak paling vital di dunia.

Penutupan ini merupakan respons langsung atas serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada akhir Februari 2026.

Serangan AS-Israel Tewaskan Khamenei

Ayatollah Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade, gugur dalam operasi militer besar-besaran yang diluncurkan AS dan Israel.

Media negara Iran mengonfirmasi kematiannya di kantornya, diikuti pengumuman masa berkabung nasional selama 40 hari.

Baca Juga: MUI Minta RI Keluar dari Board of Peace Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Konflik Timur Tengah Memanas

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pemimpin Iran tersebut telah tewas, sementara Iran bersumpah membalas dendam.

IRGC Umumkan Penutupan Selat Hormuz

Peta Selat Hormuz yang menjadi yang Menjadi Jalur Energi Paling Vital di Dunia (Sumber: Wilkimedia Commons)

Brigadir Jenderal IRGC Ibrahim Jabari menyatakan bahwa penutupan Selat Hormuz dilakukan menyusul "agresi" terhadap Iran. Melalui siaran radio VHF, IRGC memperingatkan: "Tidak ada kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz."

Peringatan ini telah diterima oleh kapal-kapal di wilayah tersebut, sebagaimana dilaporkan misi angkatan laut Uni Eropa Aspides.

Akibatnya, lalu lintas kapal komersial di selat tersebut turun drastis hingga 70 persen, dengan banyak perusahaan pelayaran menghentikan perlintasan atau mengalihkan rute.

Dampak Global terhadap Pasokan Minyak

Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab, menjadi jalur ekspor utama minyak mentah dari negara-negara produsen besar seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak, dan Iran sendiri.

Baca Juga: Rencana Prabowo Hentikan Serangan AS-Israel ke Iran, Dino Patti Djalal: Bunuh Diri Politik


Berita Terkait


News Update