POSKOTA.CO.ID - Nama Seyyed Mojtaba Khamenei mendadak menjadi sorotan internasional setelah dilaporkan selamat dari serangan militer Israel dan Amerika Serikat (AS) di Teheran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei itu kini disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menduduki posisi Rahbar atau Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
Spekulasi mengenai suksesi kepemimpinan di Republik Islam Iran semakin menguat menyusul wafatnya sang ayah.
Mojtaba dinilai memiliki modal politik dan dukungan keagamaan yang signifikan untuk melanjutkan tongkat estafet kekuasaan.
Disiapkan Jadi Penerus Sejak Dua Tahun Terakhir

Media pemerintah Iran, Fars News Agency, pada Minggu, 1 Maret 2026 melaporkan bahwa Mojtaba memang telah dipersiapkan untuk menggantikan posisi ayahnya.
Laporan tersebut diperkuat oleh pemberitaan Bhaskar English yang menyebut proses persiapan suksesi sudah berlangsung setidaknya dalam dua tahun terakhir.
Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai pencalonannya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya.
Dalam sistem politik Iran, penunjukan Rahbar berada di tangan Majelis Ahli, lembaga ulama yang memiliki kewenangan konstitusional untuk memilih dan mengawasi Pemimpin Tertinggi.
Baca Juga: Konflik Iran vs AS-Israel Memanas, 7 Negara Tutup Wilayah Udara dan Ribuan Penerbangan Batal
Isyarat dari Ali Khamenei dan Dukungan Ulama
Sebelum wafat, Ayatollah Ali Khamenei dikabarkan pernah memberi sinyal mengenai kemungkinan Mojtaba sebagai penerusnya.
