DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Franchise makanan tahu celup, Kuch2Hotahu sudah bertahan selama lebih dari satu dekade, jadi salah satu camilan favorit masyarakat.
Head Marketing Kuch2hotahu, Diana mengatakan, bisnis makanan Kuch2Hotahu tetap bisa bertahan hingga saat ini tak seperti jajanan viral yang dalam waktu sekejap kembali dilupakan.
Diana mengatakan, di tengah persaingan jajanan saart ini, Kuch2Hotahu berhasil terus mengembangkan bisnis yang sudah ada sejak 2011 silam.
"Perjalanan ini tentu bukan tanpa ujian. Tren tahu krispi sempat berada di titik jenuh beberapa tahun lalu. Persaingan harga makin gila-gilaan, margin menipis, dan banyak pemain baru bermunculan hanya untuk kemudian tutup,” ujar Diana kepada Poskota, Senin, 2 Maret 2026.
Baca Juga: Contoh Khutbah Gerhana Bulan 2026, Materi Singkat dan Padat untuk Kultum Ramadhan
“Namun, melalui manajemen yang terpusat, Indoboga memilih jalan yang berbeda: kami tidak ikut perang harga berdarah-darah, melainkan membenahi apa yang ada di balik layar," kata dia.
Menurutnya, makanan yang disajikan bukan hanya sekadar jualan di gerobak, akan tetapi juga sistem penjualan yang baik.
"Secara kasat mata, bisnis ini terlihat sangat sederhana berupa tahu digoreng, diberi bumbu, lalu dikemas. Namun, kekuatan sebenarnya ada pada manajemen pendampingan," jelasnya.
Selain itu, bisnis Kuch2Hotahu juga polanya bukan sekedar jual paket lalu lepas tangan. Indoboga menerapkan kontrol bahan baku yang ketat dan standar operasional yang terus diperbarui, demi memastikan setiap mitra di daerah tetap kompetitif.
"Mitra Kuch2Hotahu tetap memiliki arah dan standar kualitas yang terjaga. Sehingga melalui pendekatan seperti ini tidak mencolok tapi dapat jangka panjang," ungkapnya.
Baca Juga: Aisyah Ar-Rumy, Hafizah 10 Tahun Asal Malang Tembus 3 Besar Dubai Quran Award 2026
