Harga Cabai Rawit Merah Naik Saat Ramadhan, Pemprov DKI Beberkan Alasannya

Minggu 22 Feb 2026, 20:52 WIB
Pengunjung terlihat sedang berbelanja bahan pokok di Pasar Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu, 22 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Pengunjung terlihat sedang berbelanja bahan pokok di Pasar Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu, 22 Februari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas KPKP menyebut kenaikan harga cabai rawit merah di pasar tradisional disebabkan karena beberapa faktor.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok mengatakan, salah satu faktor kenaikan harga cabai rawit merah yakni karena faktor cuaca.

"Tingginya harga cabai rawit merah disebabkan curah hujan yang tinggi," kata Hasudungan melalui pesan singkat, Minggu, 22 Februari 2026.

Hasudungan menyebut banyak petani tidak pergi ke ladang dan memilih libur di awal puasa Ramadhan. Selain itu, tingginya permintaan cabai rawit merah selama Ramadhan juga menyebabkan komoditas ini mengalami kenaikan harga.

Baca Juga: Warga Keluhkan Kebisingan Lapangan Padel, PB Padel Indonesia Angkat Bicara

"Tradisi meliburkan diri di kalangan petani saat menyambut bulan Ramadan," ujar Hasudungan.

"Meningkatnya permintaan cabai rawit merah pada Hari Besar Keagamaan," katanya.

Meski demikian, Hasudungan menyebut dalam waktu dua minggu ini diperkirakan harga cabai rawit merah di Pasar Induk Kramat Jati akan mengalami penurunan secara bertahap.

Hal ini karena di beberapa wilayah pemasok, produksi sudah memasuki musim panen.

Baca Juga: Dari Kemayoran Kini Jadi Kasatpol PP Jakbar, Gencarkan Razia Miras Selama Ramadhan

"Seperti Pangalengan, Cimenyan, Banyu Resmi, Garut, Sumedang, Semarang, Sleman, Magelang, Mojokerto, Blitar, dan Banyuwangi," ucap dia.


Berita Terkait


News Update