“Karena Allah Yang Maha Tinggi” atau “demi Allah Yang Maha Mulia.”
Ungkapan ini sering digunakan untuk menegaskan niat ibadah atau ketulusan.
Arti “Maaf Lakum Lillahi Ta’ala” Secara Utuh
Jika disusun dalam pemahaman Bahasa Indonesia, frasa ini mengarah pada dua makna berikut:
1. “Saya meminta maaf kepada kalian semua karena Allah Ta’ala.”
Inilah maksud paling umum yang dimaksudkan pengirim pesan broadcast. Frasa ini menegaskan permohonan maaf yang dilakukan secara tulus dan diniatkan sebagai ibadah, biasanya menjelang Ramadhan.
2. “Saya memaafkan kalian demi Allah Ta’ala.”
Makna alternatif ini lebih jarang digunakan, tetapi tetap mungkin dipahami demikian. Namun dalam praktiknya, konteks broadcast lebih dominan pada permintaan maaf, bukan pemberian maaf.
Tradisi Minta Maaf Sebelum Ramadhan: Budaya, Bukan Kewajiban
Ritual mengirim pesan maaf menjelang Ramadhan sudah mengakar dalam budaya Muslim Indonesia. Secara nilai moral, tradisi ini selaras dengan anjuran agama untuk memperbaiki hubungan antarmanusia.
Namun, para ulama menegaskan bahwa tidak ada dalil yang mewajibkan permintaan maaf harus dilakukan menjelang Ramadhan. Artinya, perbuatan ini adalah bentuk kebajikan sosial, bukan syarat sah ibadah puasa.
Baca Juga: Awal Puasa Kemenag dan Muhammadiyah Beda, Apakah Idul Fitri Akan Sama Hari?
Cara Menjawab “Maaf Lakum Lillahi Ta’ala”
Ketika pesan seperti ini masuk ke ponsel Anda, berikut beberapa jawaban yang santun dan tepat:
A. Jawaban Sederhana dan Aman
“Iya, sama-sama. Saya juga mohon maaf lahir dan batin. Semoga Ramadhan ini membawa keberkahan.”
“Terima kasih. Saya juga minta maaf atas segala khilaf. Semoga Allah membersihkan hati kita.”
B. Jawaban dengan Nuansa Arab
“Afwan (عفوًا), saya juga mohon maaf. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita.”
