POSKOTA.CO.ID - Dalam beberapa hari terakhir, ruang publik digital tengah mencuat istilah SEAblings dan KNetz, dua sebutan yang merepresentasikan kelompok netizen Asia Tenggara dan Korea Selatan.
Perseteruan yang awalnya tampak seperti adu pendapat biasa di media sosial tersebut dengan cepat berkembang menjadi perang kata-kata terbuka, memicu reaksi emosional, hingga berujung pada tudingan rasisme dari kedua belah pihak.
Istilah SEAblings dan KNetz kemudian menjadi simbol dua kubu yang saling berhadapan.
Oleh karena itu, memahami arti istilah SEAblings dan KNetz, serta duduk perkara konflik yang melatarbelakanginya, penting agar publik tidak terjebak dalam narasi emosional semata.
Lantas, apa sebenarnya yang memicu perseteruan ini dan bagaimana duduk perkaranya hingga meluas sedemikian rupa? Berikut kronologi lengkapnya.
Baca Juga: Link Video Cukur Kumis Day 2 Viral di TikTok, Cuplikan Baru Bikin Publik Makin Penasaran
Apa Itu KNetz dan SEAblings?
Sebelum menelusuri kronologi konflik, penting memahami istilah yang digunakan. KNetz merupakan singkatan dari Korean Netizen.
Istilah ini merujuk pada pengguna internet asal Korea Selatan yang aktif di berbagai forum daring seperti Theqoo dan Pann, serta di media sosial global.
Dalam industri hiburan Korea, KNetz dikenal memiliki pengaruh besar. Opini mereka kerap menjadi rujukan, bahkan dianggap dapat memengaruhi karier selebritas.
Kritik, pujian, hingga kontroversi yang berasal dari KNetz sering kali menjadi sorotan media internasional.
Sementara itu, SEAblings merupakan akronim dari South East Asia Siblings atau Persaudaraan Asia Tenggara.
