Sebelum Aktivasi Shopee PayLater dan SPinjam, Ketahui Risiko dan Keuntungannya

Rabu 04 Feb 2026, 14:46 WIB
Ilustrasi penggunaan layanan Shopee PayLater dan SPinjam sebagai fasilitas kredit digital di Indonesia. (Sumber: Pinterest)

Ilustrasi penggunaan layanan Shopee PayLater dan SPinjam sebagai fasilitas kredit digital di Indonesia. (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Layanan kredit digital seperti Shopee PayLater (SPayLater) dan Shopee Pinjam (SPinjam) semakin populer di Indonesia.

Fitur ini menawarkan kemudahan bagi pengguna untuk bertransaksi secara instan tanpa harus membayar langsung. Namun, kemudahan tersebut harus diimbangi dengan pemahaman menyeluruh mengenai syarat, risiko, dan tata cara pembayarannya.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai cara kerja dan menggunakan Shopee paylater yang dilansir dari penjelasan channel Youtube @Fintech ID:

Baca Juga: Kematian Siswa SD karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena, KPAI: Ini Situasi Darurat

Memahami Cara Kerja SPayLater dan SPinjam

Shopee PayLater merupakan fasilitas kredit konsumtif yang disediakan untuk pembelian produk di platform Shopee. Layanan ini memungkinkan pengguna memilih opsi:

  • Bayar 30 hari kemudian
  • Cicilan 2–3–6–12 bulan
  • Bunga berkisar 1,5%–3% tiap bulan

Berbeda dengan SPayLater, SPinjam menawarkan pinjaman tunai yang bisa dicairkan ke rekening bank. Pengguna bebas memakai dana tersebut untuk kebutuhan di luar Shopee. Tenornya biasanya 3–12 bulan, dengan bunga efektif dan biaya administrasi.

Karena SPinjam melibatkan uang tunai, tingkat urgensi pembayarannya lebih tinggi. Keterlambatan dapat menimbulkan bunga, denda, dan pembatasan akses akun.

Risiko yang Wajib Dipahami Pengguna

1. Risiko Bunga dan Denda

Setiap keterlambatan pembayaran akan langsung menghasilkan denda. Pada beberapa kasus, total beban dapat mencapai sekitar 5% per bulan. Bila dibiarkan, utang bisa membengkak dan membebani finansial pengguna.

Channel tersebut menjelaskan, “Masalah PayLater bukan pada sistemnya, tetapi pada pengguna yang tidak memperhitungkan kemampuan bayar.”

2. Gagal Bayar (Gagal Bayar) dan Dampaknya

Gagal bayar dapat menjadi sumber stres yang signifikan. Pengguna biasanya akan menerima:

  • Notifikasi intensif
  • Penagihan via pesan atau telepon
  • Pembatasan fitur Shopee

Dalam kondisi tertentu, akun bisa dibekukan hingga utang dilunasi.

3. Penagihan oleh Pihak Kolektor


Berita Terkait


News Update