POSKOTA.CO.ID - Isu miring kembali menerpa rumah tangga pasangan selebritas Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie. Kabar dugaan perceraian keduanya mendadak ramai diperbincangkan publik setelah viral di media sosial, khususnya TikTok, pada awal Februari 2026.
Isu tersebut langsung menyedot perhatian warganet karena dibumbui narasi perselingkuhan serta dikaitkan dengan ramalan Hard Gumay yang sebelumnya sempat menghebohkan. Meski belum disertai bukti resmi, kabar ini terlanjur menyebar luas dan memicu berbagai spekulasi.
Di tengah simpang siur informasi, klarifikasi dari pihak terdekat Nia Ramadhani pun menjadi sorotan untuk meluruskan kabar yang berkembang di ruang digital.
Baca Juga: Terungkap, Ini Isi Dokumen Jeffrey Epstein Files yang Memuat Nama Sri Mulyani
Isu Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Berawal dari TikTok
Kabar isu perceraian Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie bermula dari unggahan video TikTok akun @yohanaabigaell yang beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, tertulis narasi bombastis yang mengklaim Ardi Bakrie ketahuan berselingkuh hingga Nia Ramadhani dikabarkan telah mengajukan gugatan cerai.
Unggahan tersebut dengan cepat menjadi viral meski tidak disertai bukti konkret maupun pernyataan resmi dari kedua belah pihak. Narasi sensasional itu justru memancing reaksi emosional warganet dan memicu asumsi liar mengenai kondisi rumah tangga pasangan tersebut.
Situasi semakin memanas setelah muncul komentar anonim di platform Threads yang mengaku sebagai orang ketiga dalam hubungan Nia dan Ardi. Komentar tersebut kemudian diunggah ulang oleh sejumlah akun gosip Instagram, sehingga rumor perselingkuhan semakin meluas.
Pengakuan Anonim dan Dugaan Panjat Sosial
Pengakuan dari akun anonim yang mengklaim sebagai selingkuhan Ardi Bakrie sempat menghebohkan warganet. Dalam komentarnya, akun tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada Nia Ramadhani, seolah menguatkan isu perselingkuhan yang sedang ramai diperbincangkan.
Namun, tidak sedikit warganet yang justru meragukan keaslian pengakuan tersebut. Banyak yang menduga aksi itu hanya bentuk panjat sosial dengan memanfaatkan isu viral demi menarik perhatian publik.
