BANDUNG, POSKOTA.CO.ID - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Achmad Tjachja Nugraha, menilai kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN) sepanjang 2025 menunjukkan keseriusan negara dalam memerangi peredaran narkoba yang kian terorganisir.
Menurutnya, strategi BNN yang menggabungkan pemberantasan, pencegahan, dan rehabilitasi sudah berada di jalur tepat untuk melindungi generasi muda.
“Pengungkapan ratusan kasus dan puluhan jaringan narkoba menegaskan bahwa pemberantasan tetap jadi fokus utama,” ujar Achmad, kepada Poskota di Bandung pada Selasa, 4 Februari 2025.
Menurutnya, di bawah kepemimpinan Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, BNN telah berhasil mengungkap 746 hingga 773 kasus narkoba, sekaligus membongkar 42 jaringan.
Baca Juga: Isi Surat Anak SD Bunuh Diri di NTT Apa? Ini Terjemahan dan Fakta Tabir Masalah yang Dihadapi Korban
"Yang jadi tersangka ada sebanyak 1.214 orang. Barang bukti besar disita, termasuk 4,01 ton sabu dan 2,17 ton ganja," ucapnya.
Tak hanya menindak, BNN juga menguatkan pencegahan dengan membina 214 Desa Bersinar dan menjangkau hampir 200 ribu warga lewat deteksi dini narkoba.
"Sampai sekarang, sebanyak 12.713 pecandu mendapat layanan rehabilitasi," ujarnya.
Achmad menegaskan, pengguna narkoba harus dipandang sebagai korban yang perlu diselamatkan melalui rehabilitasi, bukan semata dihukum.
Ia mengapresiasi kepemimpinan Kepala BNN serta dukungan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pemberantasan narkoba secara sistematis.
"Dengan sinergi lintas sektor, mata rantai narkoba bisa diputus dan generasi muda terselamatkan," pungkasnya.
