JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi potensi hujan lebat pada Senin, 2 Februari 2026.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji menyebut kegiatan OMC diperlukan sebagai langkah mitigasi bencana hidrometologi akibat cuaca buruk.
"Sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi, khususnya untuk menekan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya," kata Isnawa melalui pesan singkat, Senin.
Isnawa menyampaikan, pada Minggu, 1 Februari 2026 juga telah dilaksanakan empat sorti penerbangan OMC menggunakan pesawat Casa 212-200 A-2105 milik TNI Angkatan Udara.
Baca Juga: Pelajar Tewas saat Tawuran, DPRD Jakarta Minta Bansos Keluarga ABH Dicabut
"Pelaksanaan operasi difokuskan pada wilayah yang berpotensi menjadi daerah pertumbuhan awan hujan, baik di wilayah perairan maupun daratan," jelas dia.
Sorti pertama dilaksanakan di wilayah Selat Sunda dengan penyemaian NaCl sebanyak 800 kilogram pada ketinggian 10.000 sampai 11.000 kaki.
Kemudian sorti kedua dilaksanakan di wilayah Selat Sunda dengan penyemaian NaCl sebanyak 800 kilogram pada ketinggian 8.000 sampai 10.000 kaki.
Lalu sorti ketiga dilaksanakan di wilayah Kabupaten Bogor dengan penyemaian CaO sebanyak 800 kilogram pada ketinggian 7.000 sampai 8.000 kaki.
Baca Juga: Polres Depok Gelar Operasi Keselamatan Jaya 2026, Sasar Pelanggar Lawan Arah dan Tak Berhelm
"Sorti keempat kembali dilaksanakan di wilayah Selat Sunda dengan penyemaian NaCl sebanyak 800 kilogram," ucap Isnawa.
Dengan tambahan empat sorti tersebut, total pelaksanaan penerbangan OMC sejak 30 Januari hingga 1 Februari 2026 telah mencapai sembilan sorti.
Sementara itu, total bahan semai yang telah digunakan hingga hari ini tercatat NaCl sebanyak 4.000 kilogram dan CaO sebanyak 3.200 kilogram, dengan total jam terbang mencapai 13 jam 10 menit.
Berdasarkan hasil pemantauan curah hujan hingga pukul 17.00 WIB, curah hujan tertinggi yang terukur di wilayah DKI Jakarta sebesar 13,2 milimeter atau masuk dalam kategori hujan ringan, yang terjadi di wilayah Jakarta Barat.
Baca Juga: Banjir Rob di Muara Angke hingga Martadinata Jakut Mulai Surut
Isnawa menyampaikan, hasil evaluasi sementara menunjukkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca memberikan dampak positif terhadap pengendalian curah hujan di Jakarta.
“Berdasarkan hasil evaluasi data curah hujan, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca sejak 30 Januari hingga hari ini terindikasi mampu menurunkan curah hujan sebesar 23,85 persen. Upaya ini merupakan bagian dari langkah antisipatif Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi risiko banjir dan genangan," ujarnya.
Lebih lanjut, BPBD DKI Jakarta berkoordinasi instansi terkait guna memastikan pelaksanaan OMC berjalan optimal dan sesuai dengan analisis dinamika atmosfer terkini. (pan)
