Cegah Virus Nipah, Dinkes Imbau Warga Hindari Makan Buah Bekas Gigitan Kelelawar

Senin 02 Feb 2026, 12:13 WIB
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi saat menjelaskan terkait virus nipah. (Sumber: Poskota/Veronica)

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi saat menjelaskan terkait virus nipah. (Sumber: Poskota/Veronica)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghindari memakan buah bekas gigitan kelelawar. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus nipah yang sering ditularkan melalui hewan kelalawar.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengatakan virus nipah (NiV) adalah virus zoonosis yang berarti bisa menular dari hewan ke manusia. 

"Virus ini termasuk dalam Genus Henipavirus dan keluarga Paramyxoviridae yang penyebab utama utamanya berasal dari adalah kelalawar. Yang mana, kelelawar ini membawa virus yang dapat ditularkan ke manusia ataupun hewan," ucap Hendra kepada Poskota pada Senin, 2 Februari 2026.

Hendra menyebut, berdasarkan data World Health Organization (WHO), virus nipah ini dapat penyebabkan penyakit kronis kepada manusia, mulai dari infeksi pernapasan hingga ensefalitis atau radang otak yang mematikan.

Baca Juga: Heboh Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Digosipkan Cerai, Asli Atau Hoax?

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa vaksi untuk virus ini belum ada.

"Hingga saat ini belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk infeksi nipah, sehingga pencegahan menjadi kunci utama untuk menjaga diri dari penyebaran virus nipah dengan cara menjalankan pola hidup bersih dan sehat dan memastikan memakan buah yang bersih yang kontak langsung dengan hewan liar," ucapnya. 

Gejala Virus Nipah

Hendra menjelaskan gejala yang dirasakan manusia apabila terinfeksi nipah yakni, demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. Lalu, batuk, sulit bernapas, dan pneumonia (radang paru-paru) atipikal.

Jika penyebaran virus sudah terlalu parah bisa menyebabkan ensefalitis atau peradangan otak yang dapat menyebabkan kebingungan, disorientasi, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma dalam waktu 24-48 jam.

"Saat ini belum ada kasus virus nipah di Indonesia. Namun, jika ada yang merasakan gejala seperti itu harus segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit terdekat," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update