Usaha Apa Saja yang Bisa Mengajukan KUR 2026? Simak Daftar Lengkap dan Syarat Resminya

Senin 26 Jan 2026, 18:18 WIB
Memasuki Tahun 2026, Ini Jenis Usaha yang Layak Mendapatkan Pinjaman KUR (Sumber: Pinterest)

Memasuki Tahun 2026, Ini Jenis Usaha yang Layak Mendapatkan Pinjaman KUR (Sumber: Pinterest)

Meski semua jenis usaha diperbolehkan mengajukan KUR, proses analisis kelayakan tetap menjadi faktor penentu utama dalam persetujuan pinjaman. Bank penyalur KUR akan menugaskan tim analis untuk melakukan survei langsung ke lokasi usaha guna menilai kondisi riil usaha pemohon.

Analisis tersebut mencakup beberapa aspek penting, antara lain:

  • Lama usaha berjalan
  • Rata-rata omzet harian dan bulanan
  • Jumlah aset usaha
  • Kapasitas pembayaran cicilan

Sebagai ilustrasi, seorang pedagang cilok keliling yang mengajukan pinjaman sebesar Rp50 juta tidak serta-merta akan disetujui. Bank akan menghitung akumulasi penghasilan harian dan bulanan untuk memastikan kemampuan bayar.

Jika usaha tersebut masih dikelola secara perorangan dengan satu armada, limit pinjaman yang realistis biasanya berada di kisaran Rp20 juta hingga Rp30 juta.

Namun, apabila usaha sudah berkembang dengan beberapa karyawan atau cabang, nominal pinjaman yang lebih besar seperti Rp50 juta hingga Rp100 juta berpeluang disetujui.

Baca Juga: Bolehkah Mengajukan KUR BRI 2026 Lebih dari Sekali? Ini Ketentuan Terbaru Pemerintah

Kebebasan Mengajukan Nominal Pinjaman KUR

Pada prinsipnya, pelaku usaha diberikan kebebasan untuk mengajukan nominal pinjaman sesuai kebutuhan, baik Rp50 juta, Rp100 juta, bahkan hingga Rp200 juta sesuai plafon yang berlaku. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan pihak bank berdasarkan hasil evaluasi kelayakan.

“Intinya, untuk KUR tahun 2026 ini, usaha apa saja boleh mengajukan. Berapa pun jumlah yang diajukan diperbolehkan, namun pihak bank yang akan memutuskan berapa jumlah yang bisa disetujui sesuai kapasitas usahanya,” demikian penjelasan yang disampaikan dalam informasi resmi terkait KUR.

Kebijakan ini menegaskan bahwa KUR bukan sekadar pinjaman berbasis permintaan, melainkan pembiayaan berbasis kemampuan usaha agar risiko kredit tetap terkendali.

Dengan bunga yang rendah dan proses yang semakin terstandarisasi, KUR 2026 diharapkan mampu menjadi katalis pertumbuhan UMKM nasional. Pemerintah menargetkan agar pelaku usaha kecil tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas dan mampu memperluas skala bisnisnya secara berkelanjutan.

Bagi pelaku UMKM, momentum ini seharusnya dimanfaatkan dengan mempersiapkan administrasi usaha, pencatatan keuangan yang rapi, serta perencanaan penggunaan modal yang jelas. Dengan demikian, akses pembiayaan KUR dapat benar-benar menjadi sarana penguatan usaha, bukan sekadar tambahan beban cicilan.


Berita Terkait


News Update