JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Data Koalisi Pejalan Kaki mencatat hampir 90 persen trotoar di Jakarta masih terokupasi parkir liar dan Pedagang Kaki Lima (PKL).
Kondisi ini dinilai memprihatinkan karena trotoar yang seharusnya menjadi ruang aman dan nyaman bagi pejalan kaki justru beralih fungsi menjadi area berdagang dan parkir kendaraan.
Koalisi Pejalan Kaki menilai maraknya alih fungsi trotoar mencerminkan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan di lapangan. Akibatnya, hak pejalan kaki untuk mendapatkan ruang berjalan yang layak kerap terabaikan.
Baca Juga: DPRD DKI Minta Satpol PP Tertibkan Parkir Liar dan PKL yang Kuasai Trotoar Jakarta
Situasi tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga menurunkan kualitas tata kota dan ketertiban lalu lintas.
Keluhan serupa disampaikan warga. Faisal, 27 tahun, mengaku terganggu dengan keberadaan PKL dan parkir liar yang memakan badan trotoar.
“Sebenarnya sih harusnya yang kayak gitu, PKL dan parkir liar, ditertibin aja. Ganggu juga, apalagi kalau orang mau jalan,” ujar Faisal, Senin, 26 Januari 2026.
Ia mencontohkan kawasan Cikini yang kerap dipenuhi kendaraan parkir sembarangan di atas trotoar. Kondisi tersebut membuat jalan yang sempit semakin padat karena ruang lalu lintas berkurang.
“Apalagi parkir liar kan banyak banget tuh yang pakai trotoar, kayak di Cikini. Bikin macet, sudah jalanan sempit ditambah orang parkir sembarangan,” ucapnya.
Meski mendukung penertiban, Faisal berharap pemerintah daerah juga menyiapkan solusi bagi para pedagang.
“Harapannya sih ditertibin yang kayak gitu. Kalau buat pedagang, pemda harusnya siapin tempat buat mereka biar mereka enggak dagang di trotoar,” katanya.
