Baca Juga: 90 Persen Trotoar Jakarta Dikuasai PKL dan Parkir Liar, Pengamat Minta Pemprov Tegas
Keluhan lain datang dari Sidqi, 26 tahun. Ia mengaku mendukung penertiban PKL dan parkir liar karena kerap mengganggu aktivitas berjalan kaki.
“Saya dukung sih kalau semisal mereka ditertibin, bikin ganggu kalau kita mau jalan,” kata Sidqi.
Menurutnya, parkir liar di trotoar menjadi masalah paling mengesalkan karena menghilangkan ruang pejalan kaki dan memperparah kemacetan.
“Paling ganggu lagi kalau parkir liar di trotoar gitu. Sumpah bikin bete, apalagi ditambah macet,” ujarnya.
Sidqi juga menyoroti lemahnya pengawasan di lapangan. Ia mengaku sering melihat parkir liar dibiarkan tanpa tindakan tegas petugas.
“Kadang bingung, kok dibiarkan gitu parkir liar sama petugas Dishub malah dibiarin. Kesel sumpah,” ungkapnya.
Ia berharap penertiban dilakukan secara konsisten dan menyeluruh.
“Harapannya kalau bisa ditertibin lah yang kayak gitu,” pungkasnya. (cr-4)
