“Both deserves to be heard (keduanya pantas untuk didengar). Then you make ur own judgement (kemudian kamu buat penilaianmu sendiri),” tutup Bigmo.
Pernyataan ini memperlihatkan pendekatan Bigmo yang mencoba memposisikan diri sebagai fasilitator dialog di tengah derasnya opini publik di media sosial.
Reaksi Publik dan Polemik Pemberian Panggung
Pengumuman kolaborasi ini memicu reaksi beragam dari netizen. Sebagian mendukung langkah Bigmo yang dinilai memberikan ruang klarifikasi, sementara sebagian lainnya mempertanyakan relevansi pemberian panggung publik kepada figur yang tengah diliputi kontroversi.
Isu yang paling banyak dibahas adalah soal makna “kesempatan kedua”. Sejumlah warganet menilai bahwa kesempatan tersebut seharusnya disertai dengan introspeksi yang jelas dan tanggung jawab moral, bukan sekadar tampil kembali di ruang publik.
Diskusi hangat pun muncul di kolom komentar berbagai unggahan ulang, khususnya di akun gosip dan forum daring yang rutin membahas dinamika dunia influencer.
Baca Juga: Viral di LinkedIn, Prilly Latuconsina Beberkan Alasan Ingin Coba Profesi Sales Offline
Kontroversi yang Melekat pada Sosok Jule
Nama Jule dalam beberapa waktu terakhir memang kerap menjadi perbincangan. Isu asmara, dugaan perselingkuhan, hingga klaim terkait hubungan personal menjadi topik yang terus bergulir di media sosial.
Selain itu, publik juga menyoroti aktivitas Jule pasca-isu mencuat. Beberapa unggahan memperlihatkan Jule tetap aktif membuat konten TikTok dan bahkan berlibur bersama teman-temannya, yang oleh sebagian netizen dianggap tidak mencerminkan adanya persoalan serius.
Isu lain yang turut mencuat adalah klaim Jule mengenai dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang pernah ia sampaikan terkait mantan pasangannya, Dehun. Hingga kini, klaim tersebut masih menjadi perdebatan karena belum disertai bukti konkret yang dipublikasikan secara terbuka.
Kondisi ini membuat opini publik terbelah, antara empati, skeptisisme, dan tuntutan klarifikasi yang lebih transparan.
Bigmo dikenal sebagai konten kreator yang kerap mengulas isu viral dan pop culture dengan gaya penyampaian khas, menggabungkan diskusi serius dan pendekatan komunikatif. Mengundang Jule ke kanalnya dinilai sebagian pihak sebagai upaya untuk menghadirkan narasi yang lebih seimbang, tidak hanya berdasarkan potongan informasi di media sosial.
Langkah ini sekaligus menempatkan Bigmo pada posisi yang cukup riskan, mengingat sensitivitas isu yang melibatkan figur publik dan emosi audiens.
