POSKOTA.CO.ID - YouTuber sekaligus konten kreator Bigmo menjadwalkan siaran langsung atau live streaming kolaborasi bersama selebgram Jule pada Minggu, 26 Januari, pukul 20.00 WIB.
Informasi ini dikonfirmasi langsung melalui unggahan media sosial Bigmo dan poster promosi digital yang telah beredar luas di berbagai platform.
Siaran langsung tersebut akan ditayangkan melalui kanal YouTube resmi Bigmo, niceguymoo, dan diproyeksikan menjadi salah satu konten yang menyedot perhatian publik, mengingat figur Jule belakangan ini kerap dikaitkan dengan sejumlah isu kontroversial.
Konfirmasi Jadwal dan Kanal Penayangan
Kepastian kolaborasi Bigmo dan Jule diketahui dari poster digital yang tersebar di TikTok, X (sebelumnya Twitter), serta beberapa akun gosip daring. Poster tersebut menampilkan foto Bigmo dan Jule, lengkap dengan keterangan waktu serta kanal penayangan.
Melalui akun X miliknya, Bigmo menyertakan pernyataan tertulis yang kemudian menjadi sorotan publik. Dalam unggahan tersebut, ia menyinggung narasi tentang kesempatan kedua dan pentingnya mendengar berbagai sisi cerita.
“Everyone deserves a second chance (setiap orang pantas mendapatkan kesempatan kedua),” tulis Bigmo melalui akun X resminya, dikutip Minggu, 26 Januari 2026.
Pernyataan tersebut menjadi dasar tema utama dari sesi live streaming yang akan digelar.
Narasi Kesempatan Kedua dan Ruang Bicara
Bigmo menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak dimaksudkan untuk membenarkan satu pihak tertentu, melainkan membuka ruang dialog agar publik dapat mendengar penjelasan langsung.
“And every story has every sides (dan setiap cerita memiliki setiap sisi),” lanjut Bigmo dalam pernyataan tertulisnya.
Ia juga menekankan bahwa kedua belah pihak layak mendapatkan ruang untuk menyampaikan pandangannya masing-masing.
“Both deserves to be heard (keduanya pantas untuk didengar). Then you make ur own judgement (kemudian kamu buat penilaianmu sendiri),” tutup Bigmo.
Pernyataan ini memperlihatkan pendekatan Bigmo yang mencoba memposisikan diri sebagai fasilitator dialog di tengah derasnya opini publik di media sosial.
Reaksi Publik dan Polemik Pemberian Panggung
Pengumuman kolaborasi ini memicu reaksi beragam dari netizen. Sebagian mendukung langkah Bigmo yang dinilai memberikan ruang klarifikasi, sementara sebagian lainnya mempertanyakan relevansi pemberian panggung publik kepada figur yang tengah diliputi kontroversi.
Isu yang paling banyak dibahas adalah soal makna “kesempatan kedua”. Sejumlah warganet menilai bahwa kesempatan tersebut seharusnya disertai dengan introspeksi yang jelas dan tanggung jawab moral, bukan sekadar tampil kembali di ruang publik.
Diskusi hangat pun muncul di kolom komentar berbagai unggahan ulang, khususnya di akun gosip dan forum daring yang rutin membahas dinamika dunia influencer.
Baca Juga: Viral di LinkedIn, Prilly Latuconsina Beberkan Alasan Ingin Coba Profesi Sales Offline
Kontroversi yang Melekat pada Sosok Jule
Nama Jule dalam beberapa waktu terakhir memang kerap menjadi perbincangan. Isu asmara, dugaan perselingkuhan, hingga klaim terkait hubungan personal menjadi topik yang terus bergulir di media sosial.
Selain itu, publik juga menyoroti aktivitas Jule pasca-isu mencuat. Beberapa unggahan memperlihatkan Jule tetap aktif membuat konten TikTok dan bahkan berlibur bersama teman-temannya, yang oleh sebagian netizen dianggap tidak mencerminkan adanya persoalan serius.
Isu lain yang turut mencuat adalah klaim Jule mengenai dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang pernah ia sampaikan terkait mantan pasangannya, Dehun. Hingga kini, klaim tersebut masih menjadi perdebatan karena belum disertai bukti konkret yang dipublikasikan secara terbuka.
Kondisi ini membuat opini publik terbelah, antara empati, skeptisisme, dan tuntutan klarifikasi yang lebih transparan.
Bigmo dikenal sebagai konten kreator yang kerap mengulas isu viral dan pop culture dengan gaya penyampaian khas, menggabungkan diskusi serius dan pendekatan komunikatif. Mengundang Jule ke kanalnya dinilai sebagian pihak sebagai upaya untuk menghadirkan narasi yang lebih seimbang, tidak hanya berdasarkan potongan informasi di media sosial.
Langkah ini sekaligus menempatkan Bigmo pada posisi yang cukup riskan, mengingat sensitivitas isu yang melibatkan figur publik dan emosi audiens.
