POSKOTA.CO.ID - Perbedaan antara intermittent fasting dan puasa Ramadhan kerap muncul di tengah masyarakat ketika pola makan berbasis kesehatan semakin populer.
Banyak orang menilai keduanya serupa karena sama-sama melibatkan jeda waktu makan yang cukup panjang.
Namun, benarkah intermittent fasting dan puasa Ramadhan dapat disamakan begitu saja?.
Pandangan kritis mengenai hal ini disampaikan oleh dokter sekaligus pemerhati kesehatan sunnah, dr Zaidul Akbar.
Melalui kanal YouTube dr Zaidul Akbar Official, pada Minggu, 25 Januari 2026, ia menegaskan bahwa menyamakan intermittent fasting dengan puasa Ramadhan merupakan kekeliruan yang perlu diluruskan.
Menurutnya, meskipun secara kasat mata terlihat mirip dari sisi waktu menahan makan dan minum, hakikat keduanya sangat berbeda.
Berikut penjelasan lengkap mengenai perbedaan intermittent fasting dan puasa Ramadhan menurut pandangan dr Zaidul Akbar.
Baca Juga: Mengenang Kisah Cinta Lula Lahfah: Ini Deretan Mantan Kekasih Sebelum Reza Arap
Perbedaan Intermittent Fasting dan Puasa Ramadhan
1. Perbedaan Mendasar Terletak pada Niat
Menurut dr Zaidul Akbar, perbedaan paling mendasar antara intermittent fasting dan puasa Ramadhan terletak pada niat.
Ia mengingatkan, pada hadis yang sangat masyhur di kalangan umat Islam, “Innamal a’malu binniyat”, yang menegaskan bahwa setiap amal perbuatan sangat bergantung pada niatnya.
Intermittent fasting, kata dr Zaidul, bukan bagian dari syariat Islam. Praktik ini dilakukan semata-mata untuk tujuan kesehatan atau gaya hidup.
