Struk Bansos Beredar di Medsos, Ini Ciri BPNT Tahap 1 yang Resmi

Selasa 20 Jan 2026, 14:52 WIB
Bansos BPNT 2026 (Sumber: Pinterest)

Bansos BPNT 2026 (Sumber: Pinterest)

POSKOTA.CO.ID - Media sosial belakangan ramai menampilkan struk hasil cek saldo Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Dilansir dari channel YouTube Info Bansos pada Selasa, 20 Januari 2026. Salah satu struk yang beredar luas berasal dari Bank Mandiri bertanggal 19 Januari 2026 dan diklaim sebagai bukti pencairan bansos tahap 1 tahun 2026.

Narasi tersebut dengan cepat menyebar dan memicu harapan banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, klaim itu dipastikan tidak benar.

Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

Nominal Struk Tidak Sesuai Standar BPNT 2026

Bukti Struk tidak sesuai standar BPNT 2026 (Sumber: YouTube/Info Bansos)

BPNT tahap 1 tahun 2026 memiliki nilai total Rp600.000, atau setara Rp200.000 per bulan selama tiga bulan.

Skema ini merupakan ketetapan resmi dari Kementerian Sosial dan disalurkan melalui bank Himbara seperti Mandiri, BRI, BNI, dan BSI.

Sementara itu, struk yang viral justru menunjukkan saldo Rp6.010.

Nilai tersebut sangat jauh dari nominal bantuan resmi, sehingga dapat dipastikan bukan pencairan BPNT tahap 1 maupun susulan.

Baca Juga: Gubernur Aceh Mualem Punya Istri Berapa dan Siapa Saja Anaknya? Ini Profil Keluarga Muzakir Manaf yang Diduga Nikah Lagi di Malaysia

Diduga Sisa Saldo atau Rapelan Akhir 2025

Saldo kecil seperti Rp6.010 diyakini berasal dari sisa transaksi atau rapelan kecil pada tahap akhir penyaluran bansos tahun 2025.

Bukan merupakan dana bantuan baru yang dicairkan pada tahun 2026.

Pola serupa kerap muncul setiap awal tahun dan sering disalahartikan sebagai tanda pencairan bansos tahap baru.

Verifikasi Data Penerima Masih Berjalan

Saat ini, proses pencairan BPNT tahap 1 tahun 2026 masih dilakukan secara bertahap.

Baca Juga: Cek 15 Platform Nonton Video Bokeh atau Film Jepang Gratis Legal Tanpa Proxy VPN? Cek Selengkapnya!

Hal ini seiring dengan proses verifikasi dan pemutakhiran data calon penerima berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh KPM yang benar-benar memenuhi kriteria.

KPM Diminta Tidak Terpancing Informasi Menyesatkan

KPM diimbau tidak mudah percaya dengan unggahan struk yang beredar berulang kali di media sosial.

Banyak pihak memanfaatkan isu bansos untuk mencari perhatian atau bahkan menyebarkan informasi yang tidak akurat.

Sebagai acuan resmi, KPM dapat melakukan pengecekan mandiri melalui situs cekbansos.go.id atau aplikasi Cek Bansos dengan memasukkan NIK dan nama sesuai KTP untuk melihat status kepesertaan dan periode penyaluran bantuan.

Catatan penting: Jika saldo BPNT belum menunjukkan nominal Rp600.000 atau minimal Rp400.000 untuk rapelan dua bulan, maka pencairan tahap 1 dipastikan belum masuk.

Demikian informasi mengenai struk bansos yang cair di Januari 2026, semoga bermanfaat.


Berita Terkait


News Update