Siapa Noe Letto? Anak Cak Nun yang Masuk Jajaran Tenaga Ahli DPN Kemhan RI, Ini Profilnya

Minggu 18 Jan 2026, 15:50 WIB
Profil Noe Letto: Dari Musisi Pop ke Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (Sumber: Instagram)

Profil Noe Letto: Dari Musisi Pop ke Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (Sumber: Instagram)

Cak Nun pernah menjelaskan pola relasi keluarga mereka yang mengedepankan kesetaraan.

“Hubungan saya dan Via dengan Sabrang sangat egaliter, tidak ada nuansa bapak-ibu-anak. Kita dengan Sabrang lebih sebagai teman,” ujar Cak Nun dalam sebuah wawancara.

Nilai dialog, kesetaraan, dan keterbukaan ini kerap disebut sebagai fondasi pembentukan karakter Noe nilai yang relevan dalam diskursus kebijakan publik dan pertahanan non-militer.

Pendidikan Noe Letto

Dalam aspek pendidikan, Noe menempuh jalur yang tidak lazim bagi seorang musisi. Ia mengawali pendidikan di SD 1 Yosomulyo, melanjutkan ke SMP Xaverius Lampung, lalu SMAN 7 Yogyakarta.

Cak Nun secara sadar memilihkan sekolah “biasa” agar putranya dapat bergaul lintas latar belakang. Selepas SMA, Noe merantau ke Kanada dan menempuh studi Matematika dan Fisika di University of Alberta.

Latar belakang akademik ini memperkuat reputasinya sebagai figur publik dengan pendekatan analitis, rasional, dan berbasis data. Tak jarang, Noe diundang sebagai pembicara di berbagai universitas di Indonesia untuk berbagi wawasan lintas disiplin.

Baca Juga: BPBD DKI Catat 39 RT dan 28 Ruas Jalan di Jakarta Banjir Usai Hujan Deras Sejak Semalam

Karier Musik dan Industri Kreatif

Nama Noe tidak bisa dilepaskan dari Letto, band pop yang ia dirikan pada 2004 bersama teman-teman SMA-nya. Formasi akhir Letto terdiri dari Ari Prastowo (Arian), Dedy Riyono (Dhedot), Agus Riyono (Patub), dan Noe sendiri.

Album debut Truth, Cry, and Lie (2005) melambungkan nama Letto ke puncak popularitas. Kesuksesan berlanjut melalui album Don’t Make Me Sad (2007), Lethologica (2009), Cinta Bersabarlah (2011), hingga single Fatwa Hati (2020).

Di luar musik, Noe juga mendirikan Pic[k]Lock Films pada 2008 bersama Demi Umaya Rachman. Berdasarkan data IMDb, Noe tercatat sebagai produser sejumlah film nasional seperti Guru Bangsa Tjokroaminoto dan Sampai Nanti, Hanna!.

Pelantikan Noe sebagai tenaga ahli DPN mencerminkan pergeseran paradigma pertahanan modern yang tidak semata bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga pemikiran strategis, budaya, komunikasi, dan psikologi sosial.

Dengan latar belakang seni, sains, dan budaya, Noe dipandang mampu memberi perspektif lintas sektor dalam memperkuat ketahanan nasional, terutama di era disrupsi informasi dan perang narasi.


Berita Terkait


News Update