Bendungan Cisurog di Pandeglang Jebol, Wisata Sungai Badudun Ditutup Sementara

Minggu 18 Jan 2026, 19:24 WIB
Kondisi objek wisata alam di bendungan Cisurog di Desa Banyubiru, Kecamatan Labuan, Pandeglang pasca ambruk. (Sumber: Istimewa)

Kondisi objek wisata alam di bendungan Cisurog di Desa Banyubiru, Kecamatan Labuan, Pandeglang pasca ambruk. (Sumber: Istimewa)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Tebing bendungan sungai Cisurog di Desa Banyubiru, Kecamatan Labuan, Pandeglang, jebol tergerus arus sungai dan curah hujan tinggi menyebabkan aktivitas wisata alam Badudun kini ditutup sementara.   

Pengelola wisata alam Badudun, Abdullah mengungkapkan, ambruknya tembok bendungan ini terjadi dua kali dalam satu hari, yakni pada pagi dan siang hari. 

Menurutnya, penyebab tebing bendungan jebol ini diduga diakibatkan cuaca ekstrim dan hujan deras yang mengguyur wilayah Labuan sejak beberapa hari terakhir.

"Kejadian ambruknya bangunan pada area bendungan ini pada Hari Kamis lalu, saat itu wilayah Labuan dan sekitarnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi," ungkapnya, Minggu 18 Januari 2026.

Baca Juga: Isra Mi’raj Tegaskan Sholat Pondasi Moral hingga Lingkungan

Abdullah juga mengatakan, selain dipicu oleh curah hujan tinggi, kondisi bangunan bendungan audah banyak kerusakan akibat dimakan usia.

"Bangunan lama sudah ada retaknya, cuma kan tidak ada tindak lanjut dari pemerintah. Sehingga sekarang ini ambruk total," katanya.

Menurutnya, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini karena pada saat kejadian tidak ada aktivitas warga di lokasi wisata tersebut.

"Kondisi bangunan sudah berumur 40 tahunan. Panjang tebing yang ambruk kisaran 50 meteran,” ujarnya.

Baca Juga: Lapuk, Rumah Nenek 76 Tahun di Serang Ambruk

Selain tebing bendungan, longsor juga terjadi di lahan milik warga di atas bendungan. Akibat kejadian ini, kondisi wisata alam Badudun kini mengalami kerusakan cukup parah.

"Karena, material tanah longsor terlihat menutup pintu air bendungan," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Banyubiru, Ahmad Hasanudin mengaku, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut ke instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.

"Dikarenakan bendungan ini debit airnya sangat besar, yang kami takutkan bendungan ini longsor semua, sehingga air dari sini mengarah ke pemukiman warga, yaitu warga kampung Bantar Panjang,” kata Ahmad.

Baca Juga: Kemunculan Binatang Langka Hebohkan Warga di Menes Pandeglang

Pihaknya mengaku terus memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa waspada, mengingat cuaca ekstrem diprediksi masih terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

"Cuaca curah hujan semakin kencang, yang kami khawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap masyarakat kami. Maka kami imbau agar warga tetap waspada," ujarnya. (fat)


Berita Terkait


News Update