POSKOTA.CO.ID - Pemerintah mulai memberikan sinyal positif terkait kelanjutan program bantuan sosial (bansos) di awal tahun 2026. Fokus perhatian kini tertuju pada peluang dimulainya pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap 1 tahun anggaran 2026.
Memasuki pertengahan Januari, penyaluran bantuan susulan PKH dan BPNT tahun 2025 terpantau semakin menurun.
Kondisi ini dinilai sebagai indikasi bahwa proses distribusi bansos periode sebelumnya hampir sepenuhnya rampung.
Dilansir dari channel YouTube Ariawanagus pada Minggu, 18 Januari 2026. Pemerintah diperkirakan segera mengalihkan skema penyaluran ke program bansos reguler tahun 2026.
Baca Juga: Cek 15 Platform Nonton Video Bokeh atau Film Jepang Gratis Legal Tanpa Proxy VPN? Cek Selengkapnya!
BLT Kesra dan Bantuan Penebalan Mulai Menghilang

Di sisi lain, bantuan tambahan seperti BLT Kesra dan bantuan penebalan dilaporkan sudah tidak lagi tersalurkan. Berdasarkan pemantauan dalam sepekan terakhir, hampir tidak ada laporan penerima yang memperoleh dua jenis bantuan tersebut.
Jika pada awal Januari masih terdapat pencairan dalam jumlah terbatas, kini informasinya nyaris tidak terdengar.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa kedua bantuan tersebut tidak diperpanjang, mengingat belum adanya pengumuman resmi dari pemerintah.
Sebagaimana diketahui, BLT Kesra dan bantuan penebalan bersifat situasional dan biasanya hanya diberikan saat terjadi tekanan ekonomi atau kondisi darurat nasional.
Bansos Tahun 2026 Masih Didominasi Program Utama
Hingga memasuki pekan ketiga Januari, penyaluran bansos yang benar-benar masuk dalam anggaran tahun 2026 masih belum berjalan.
Jika ada pencairan, umumnya merupakan bantuan susulan dari tahun 2025, seperti PIP, beras 20 kg, atau minyak goreng 4 liter.
Namun demikian, kabar baik datang dari program bantuan pangan. Mengutip informasi dari kanal YouTube Ariawanagus, pemerintah telah mengonfirmasi rencana penyaluran bantuan beras 10 kg per keluarga pada tahun 2026.
Total stok beras yang disiapkan mencapai 720 ribu ton, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Link Full Video Amalia Mutya Viral Dicari Netizen di Telegram dan X, Apa Isinya? Ternyata Ini
Beras 10 Kg Cair Selama Empat Bulan
Berbeda dengan tahun lalu yang hanya berlangsung selama dua bulan, bantuan beras tahun 2026 direncanakan akan disalurkan selama empat bulan, yakni mulai Januari hingga April.
Meski jadwal pastinya belum diumumkan secara resmi, rentang waktu tersebut telah disampaikan sebagai gambaran awal distribusi.
Penerima bantuan beras 10 kg ini umumnya berasal dari keluarga penerima PKH, BPNT, serta peserta PBI Jaminan Kesehatan.
Masyarakat dapat mengecek status kepesertaan melalui aplikasi Cek Bansos atau kanal resmi pemerintah.
Syarat Pengambilan: KTP Wajib Asli dan Tidak Bisa Diwakilkan
Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diimbau menyiapkan sejumlah dokumen penting saat pengambilan bantuan. Syarat utama adalah membawa KTP asli yang tidak boleh diwakilkan oleh orang lain.
Selain itu, KPM juga diwajibkan membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK). Panitia atau perangkat desa setempat akan membagikan surat undangan yang memuat jadwal dan lokasi pengambilan bantuan.
Sebelum bantuan beras 10 kg diserahkan, petugas akan melakukan proses verifikasi data penerima.
Dengan berbagai sinyal positif tersebut, masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dan menyiapkan dokumen sejak dini agar proses pencairan bansos PKH dan BPNT tahap 1 tahun 2026 dapat berjalan lancar tanpa kendala.
Catatan: Informasi jadwal bersifat indikatif dan menunggu pengumuman resmi pemerintah.
