JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) terus mengintensifkan upaya membudayakan keselamatan berkendara di jalan raya.
Sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, inisiatif Safety Riding Promotion mereka berhasil menjangkau dan mengedukasi 17.327 anggota masyarakat.
Angka tersebut menjadi bukti nyata kontribusi perusahaan dalam upaya kolektif menekan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya yang melibatkan pengguna sepeda motor.
Baca Juga: Innova Zenix 2026 Dapat Pembaruan, Ini Fitur Baru dan Harganya
Edukasi Menyeluruh untuk Semua Kalangan

Program edukasi dirancang secara terstruktur dan menjangkau beragam lapisan masyarakat. Sasaran edukasi sangat luas, mulai dari tingkat pendidikan dasar seperti Taman Kanak-Kanak (TK), hingga pelajar, mahasiswa, karyawan perusahaan, komunitas Honda, hingga instansi pemerintah.
Pendekatan materi disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masing-masing kelompok peserta. Hal ini dilakukan agar pesan keselamatan dapat diterima dengan lebih mudah dan mampu memengaruhi perilaku berkendara sehari-hari.
"Edukasi safety riding kami berikan untuk membentuk pola pikir dan perilaku berkendara yang aman sejak dini,” jelas Head of Safety Riding Promotion PT Wahana Makmur Sejati, Agus Sani.
“Tujuannya bukan sekadar memahami teori, tetapi bagaimana peserta mampu menerapkan prinsip keselamatan berkendara dalam aktivitas sehari-hari, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan," katanya.
Baca Juga: Pengguna Motor Honda Wajib Tahu, Ini Promo Servis AHASS Januari 2026
Lebih dari Sekadar Patuh Aturan, Tapi Cari Aman
Kampanye Cari Aman yang diusung WMS tidak hanya berfokus pada kepatuhan terhadap peraturan. Lebih dari itu, program ini mengedepankan pembangunan kesadaran, sikap, dan keterampilan berkendara yang bertanggung jawab sebagai fondasi menciptakan lalu lintas yang aman.
Materi yang diberikan bersifat komprehensif dan aplikatif. Peserta dibekali pemahaman mulai dari rambu lalu lintas, etika di jalan raya, hingga teknik berkendara aman sesuai kondisi. Aspek antisipasi bahaya dan pengambilan keputusan kritis di jalan juga menjadi bagian penting dari kurikulum.
Tidak hanya keterampilan teknis, peserta juga diajak memahami manajemen risiko. Materi ini mencakup kemampuan mengidentifikasi potensi bahaya, menjaga jarak aman, mengatur kecepatan, serta pentingnya memastikan kondisi fisik dan mental yang prima sebelum berkendara.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, WMS mengoperasikan Safety Riding Center yang telah berdiri sejak tahun 2012. Fasilitas yang terletak di Gedung Training Center, Jalan Jenderal Gatot Subroto KM. 8, Jatake, Tangerang ini menjadi pusat pembelajaran keselamatan berkendara.
Baca Juga: IIMS Awali Road to 2026 Lewat Turnamen Golf Berkonsep Sportainment
Dibangun di atas lahan seluas sekitar 5.400 meter persegi, pusat ini dilengkapi lintasan praktik berstandar tinggi, ruang teori, serta unit sepeda motor matic dan manual untuk pelatihan. Kombinasi ini memastikan peserta mendapat pengalaman belajar yang seimbang antara teori dan praktik.
Masyarakat yang berminat mengikuti pelatihan dapat mendaftar melalui tautan resmi https://linktr.ee/safetyridingcenterwms atau mengirimkan permohonan via email ke [email protected].
Upaya edukasi ini merupakan bagian dari visi besar mewujudkan Safety Indonesia. Peningkatan kesadaran dan keterampilan berkendara yang aman diharapkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas secara signifikan.
“Kami mengimbau seluruh pengguna sepeda motor agar selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan. Mulai dari mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan berkendara yang lengkap, hingga menerapkan prinsip #Cari_aman sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari,” tambah Head of Technical Service Department (TSD) PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto.
Melalui konsistensi program dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, WMS optimis budaya berkendara aman dan bertanggung jawab dapat terwujud, mendukung terciptanya lalu lintas yang lebih selamat untuk semua.
