JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sebanyak 12.798 kasus baru kusta di Indonesia sepanjang 2023.
Data World Health Organization (WHO) juga menunjukkan Indonesia menempati peringkat ketiga dunia kasus kusta setelah India dan Brasil.
Di tengah kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyatakan dukungan penuh terhadap Sasakawa Foundation yang berkomitmen membantu Indonesia mengeliminasi penyakit kusta.
Hal itu disampaikan Duta Besar Kehormatan WHO untuk Pemberantasan Kusta sekaligus Ketua Nippon Foundation, Yohei Sasakawa, usai bertemu Prabowo di Hambalang, Bogor, Jumat, 16 Januari 2026.
Baca Juga: Daftar Nama Kru dan Penumpang Pesawat ATR 400 Rute Jogja-Makassar yang Hilang Kontak di Maros
"Beliau telah menunjukkan dukungan penuh kepada kami untuk melaksanakan berbagai kegiatan guna mengeliminasi penyakit ini (kusta)," ujar Yohei dalam keterangannya, Sabtu, 18 Januari 2026.
Menurut Yohei, penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta membutuhkan dukungan nasional yang menyeluruh, termasuk keterlibatan pemerintah, tokoh masyarakat, dan figur publik.
"Ketika menyangkut penghapusan diskriminasi atau stigma, dukungan nasional secara menyeluruh sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak lagi mendiskriminasi mereka," kata Yohei.
Ia menilai peran Presiden sangat strategis dalam mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap kusta.
"Oleh karena itu, hal ini menjadi salah satu pendekatan di mana kami meminta dukungan penuh dari Presiden," ujarnya.
Sementara itu, influencer Arnold Saputra menyatakan ketertarikannya membantu Sasakawa Foundation melakukan pendekatan kepada generasi muda terkait penanganan kusta di Indonesia.
Arnold menyebut akan menggencarkan sosialisasi melalui media sosial dengan melibatkan influencer lain.
"Jadi langkah pertama itu online education-nya dari social media, saya dan beberapa teman-teman dan tokoh-tokoh online yang lain untuk menginfokan kalau kusta itu gak seperti yang kita semua pikir," kata Arnold.
Ia menegaskan kusta tidak mudah menular dan dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.
"Jadi sebenarnya (kusta) ga gampang ketularan dan obat-obatnya Sasakawa san dan timnya sudah sediakan ke Indonesia itu semuanya gratis," ungkapnya. (cr-4)
