POSKOTA.CO.ID - Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah melemah mendekati level Rp17.000 per dolar Amerika Serikat. Kondisi ini memicu kekhawatiran pelaku pasar dan masyarakat.
Menanggapi situasi tersebut, Menteri Keuangan, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara dan menyampaikan keyakinannya bahwa rupiah akan segera bangkit dalam waktu dekat.
Berdasarkan pergerakan terbaru, nilai tukar rupiah tercatat berada di kisaran Rp16.896 per dolar AS yang tercatat per hari ini, 16 Januari 2026.
Pelemahan ini terjadi di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian, termasuk kebijakan moneter negara maju dan arus modal internasional yang fluktuatif.
Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih bersifat sementara dan tidak mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Prediksi Rupiah Menguat dalam Dua Pekan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan kembali menguat dalam dua pekan ke depan. Menurutnya, penguatan tersebut akan terjadi secara alami seiring dengan perbaikan kinerja ekonomi nasional.
Ia menjelaskan bahwa ketika ekonomi menunjukkan tren positif, modal asing cenderung masuk ke negara dengan prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Arus masuk investasi inilah yang nantinya akan menopang penguatan nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Bertemu Menkeu Purbaya, Bahas Optimalisasi Dana Umat
Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh Hingga 6 Persen
Purbaya juga memaparkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai cukup solid. Pada kuartal IV-2025, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di kisaran 5,45 persen, sementara sepanjang 2026 berpotensi menembus angka 6 persen.
Dengan capaian tersebut, ia menegaskan bahwa fondasi ekonomi Indonesia berada dalam kondisi kuat dan stabil, sehingga mampu menarik kembali modal asing yang sempat keluar.
Modal Asing dan Dana WNI Diprediksi Kembali Masuk
Selain investasi asing, Purbaya turut menyoroti potensi kembalinya dana milik warga negara Indonesia yang sebelumnya ditempatkan di luar negeri.
Ia menilai, seiring membaiknya iklim usaha domestik, para pelaku bisnis akan lebih memilih mengembangkan usaha di dalam negeri.
Menurutnya, peluang bisnis di Indonesia akan semakin menarik, sehingga mendorong perputaran modal kembali ke Tanah Air dan memperkuat nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Strategi Menkeu Purbaya Usai Rupiah Nyaris Sentuh Rp17.000 per Dolar AS
Dengan berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan tren positif, pemerintah meyakini stabilitas rupiah dapat terjaga dalam jangka menengah.
Arus modal masuk, pertumbuhan ekonomi yang solid, serta kepercayaan investor menjadi faktor utama yang diyakini mampu mendorong penguatan rupiah ke depan.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berlebihan menyikapi pergerakan nilai tukar, karena fundamental ekonomi nasional dinilai masih sangat kuat.
