Selain investasi asing, Purbaya turut menyoroti potensi kembalinya dana milik warga negara Indonesia yang sebelumnya ditempatkan di luar negeri.
Ia menilai, seiring membaiknya iklim usaha domestik, para pelaku bisnis akan lebih memilih mengembangkan usaha di dalam negeri.
Menurutnya, peluang bisnis di Indonesia akan semakin menarik, sehingga mendorong perputaran modal kembali ke Tanah Air dan memperkuat nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Strategi Menkeu Purbaya Usai Rupiah Nyaris Sentuh Rp17.000 per Dolar AS
Dengan berbagai indikator ekonomi yang menunjukkan tren positif, pemerintah meyakini stabilitas rupiah dapat terjaga dalam jangka menengah.
Arus modal masuk, pertumbuhan ekonomi yang solid, serta kepercayaan investor menjadi faktor utama yang diyakini mampu mendorong penguatan rupiah ke depan.
Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berlebihan menyikapi pergerakan nilai tukar, karena fundamental ekonomi nasional dinilai masih sangat kuat.
