POSKOTA.CO.ID - Setelah penyaluran KUR (Kredit Usaha Rakyat) di sejumlah bank ditutup lebih awal akibat habisnya kuota nasional 2025, angin segar datang dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Program KUR BRI tahun 2026 dipastikan akan dibuka kembali pada minggu ketiga Januari 2026, dengan sejumlah kebijakan baru yang dinilai lebih menarik dan berpihak pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Berdasarkan informasi dari video penjelasan yang beredar, dua perubahan kebijakan utama yang akan diterapkan adalah suku bunga tetap (flat) 6 persen untuk semua tingkatan pinjaman dan kesempatan pengajuan hingga 7 kali tanpa batasan sektor usaha. Kebijakan ini merupakan terobosan signifikan dibandingkan tahun 2025.
Baca Juga: KUR 2026 Resmi Diatur Ulang, Pemerintah Ancaman Sanksi bagi Lembaga Penyalur Nakal
Kuota Meningkat Signifikan, Capai Rp320 Triliun
Pemerintah dikabarkan menyiapkan alokasi KUR yang jauh lebih besar untuk tahun depan. Kuota KUR BRI 2026 diproyeksikan mencapai Rp320 triliun, melampaui alokasi tahun sebelumnya.
Kenaikan kuota ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi pelaku usaha yang sebelumnya kesulitan mendapatkan persetujuan atau terkena pembatasan sektoral.
Hilangnya Bunga Berjenjang, Kini Flat 6 persen
Perubahan paling revolusioner terletak pada struktur bunga. Pada tahun 2025, sistem bunga berjenjang diterapkan, di mana bunga bisa naik hingga 7 persen atau lebih untuk pinjaman kedua (top-up) dan seterusnya. Pada 2026, kebijakan itu dihapus.
Bunga ditetapkan tetap 6 persen per tahun untuk seluruh tingkatan pinjaman mulai dari pinjaman pertama hingga ketujuh. Sistem bunga non-berjenjang ini memungkinkan nasabah menikmati suku bunga rendah meski meminjam berulang kali.
Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan beban usaha dan membantu UMKM merencanakan ekspansi dengan lebih terukur karena biaya modal yang stabil.
Baca Juga: Pemerintah Luncurkan KUR Perumahan, UMKM Bisa Beli dan Bangun Rumah untuk Usaha
Semua Sektor Usaha Diperlakukan Sama, Bisa Pinjam 7 Kali
Kebijakan diskriminatif terhadap sektor tertentu juga dihilangkan. Tahun lalu, usaha ritel misalnya, hanya diberi kesempatan meminjam maksimal dua kali, sementara sektor prioritas seperti pertanian lebih longgar.
Pada 2026, aturan itu diubah. Semua jenis usaha, mulai dari ritel, perdagangan, kerajinan, peternakan, hingga perikanan, mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengajukan pinjaman hingga tujuh kali dengan bunga flat 6 persen.
Syarat utamanya adalah kelancaran pembayaran dan hasil verifikasi kemampuan bayar oleh bank di setiap pengajuan ulang.
Baca Juga: Simulasi Cicilan KUR BRI 2026 Lengkap: Pinjaman Rp1 Juta hingga Rp50 Juta Segini Angsurannya
Persiapkan Berkas Sejak Dini
Penyaluran KUR BRI 2026 dijadwalkan dimulai pada minggu ketiga Januari 2026. Calon peminjam disarankan mempersiapkan dokumen-dokumen wajib sejak awal tahun untuk mempercepat proses. Berkas yang perlu disiapkan umumnya meliputi:
- e-KTP dan Kartu Keluarga.
- Surat Keterangan Usaha atau dokumen dari Online Single Submission (OSS).
- Riwayat pinjaman (jika ada).
- Bukti aktivitas usaha minimal 6 bulan.
Jika berkas lengkap, proses verifikasi dan survei lapangan oleh bank akan lebih cepat. Kuota awal tahun biasanya diserbu pemohon, jadi persiapan matang sangat disarankan.
Dengan kombinasi kuota besar, bunga stabil, dan aturan yang lebih adil, KUR BRI 2026 diprediksi akan menjadi stimulus kuat bagi pertumbuhan dan produktivitas UMKM Indonesia di tahun depan. Masyarakat disarankan terus memantau perkembangan resmi dari BRI untuk informasi lebih lanjut.
