POSKOTA.CO.ID - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat kemampuan machine learning semakin canggih dalam membaca, mengenali, hingga memproses berbagai dokumen digital.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait keamanan informasi karena banyak data yang berpotensi digunakan sebagai bahan pelatihan model AI.
Menjawab tantangan tersebut, perusahaan pengembang tipografi Mixfont menghadirkan inovasi baru berupa font bernama Decoy.
Font ini dirancang bukan sekadar untuk estetika, melainkan sebagai lapisan perlindungan agar isi dokumen lebih sulit dipahami oleh sistem AI.
Baca Juga: iOS 27 Bakal Rilis September 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Fitur Barunya
Cara Kerja Font Decoy yang Mengelabui AI
Berbeda dari font konvensional, Decoy menggunakan desain visual berlapis. Teks yang terlihat sebenarnya terdiri dari tulisan utama dan lapisan outline bergaris yang sengaja dibuat untuk membingungkan sistem pengenalan karakter milik AI.
Akibatnya, model AI cenderung membaca garis outline tersebut sebagai karakter utama, sementara pesan asli menjadi sulit dikenali.
Sebaliknya, mata manusia masih mampu menangkap tulisan sebenarnya dengan menyesuaikan fokus penglihatan atau sedikit mengernyitkan mata.
Pendekatan ini memanfaatkan kemampuan persepsi visual manusia yang hingga kini masih sulit ditiru secara sempurna oleh algoritma pengenalan gambar maupun Optical Character Recognition (OCR).
Baca Juga: Instagram Error dan Tidak Bisa Unggah IG Story? Begini Cara Mudah Mengatasinya
Apakah Font Anti-AI Ini Benar-Benar Efektif?
Sejumlah pengguna kemudian menguji kemampuan Decoy dengan mengunggah teks menggunakan font tersebut ke berbagai chatbot AI, seperti ChatGPT, Grok, Gemini, hingga Claude.
