Babak Baru Geopolitik Atlantik Utara: Implikasi bagi Indonesia

Kamis 15 Jan 2026, 21:14 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. (Sumber: Istimewa)

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. (Sumber: Istimewa)

PANDANGAN DAVE LAKSONO

Wakil Ketua Komisi I DPR RI

Ketegangan geopolitik di kawasan Arktik kembali menjadi sorotan setelah sejumlah negara Eropa dikabarkan tengah membahas kemungkinan penempatan pasukan NATO di Greenland.

Langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi kolektif untuk meredakan kekhawatiran atas meningkatnya dinamika keamanan, sekaligus menjaga stabilitas di wilayah yang semakin memiliki arti penting bagi komunitas internasional.

Isu tersebut mencuat seiring laporan media yang menyebutkan adanya diskusi di lingkaran kebijakan Washington mengenai rencana militer terkait Greenland.

Pernyataan Presiden Donald Trump yang menekankan bahwa Amerika Serikat “sangat membutuhkan” Greenland karena meningkatnya aktivitas Rusia dan Tiongkok di kawasan tersebut, telah menimbulkan respons tegas dari Denmark sebagai negara yang memiliki kedaulatan atas pulau itu.

Situasi ini menunjukkan bahwa Greenland kini bukan hanya menjadi isu bilateral antara Amerika Serikat dan Denmark, melainkan juga titik krusial dalam perebutan pengaruh global di Arktik, yang menuntut pendekatan diplomasi multilateral untuk menjaga keseimbangan dan perdamaian kawasan.

Mengapa Amerika Serikat Begitu Mengincar Greenland Greenland memiliki arti strategis yang sangat besar bagi Amerika Serikat karena tiga faktor utama yang saling berkaitan yaitu posisi geopolitik, kekayaan sumber daya alam, dan potensi jalur pelayaran utara.

Secara geografis, pulau ini terletak di antara Amerika Serikat dan Eropa, tepat di jalur GIUK gap (Greenland–Iceland–United Kingdom), yang menjadi pintu masuk penting dari Arktik menuju Atlantik.

Lokasi tersebut menjadikan Greenland sebagai titik kunci dalam pengendalian akses perdagangan dan keamanan di Atlantik Utara, sekaligus memperkuat posisi pertahanan Amerika Serikat terhadap potensi ancaman dari Rusia maupun Tiongkok.

Selain memiliki posisi geopolitik yang strategis, Greenland juga menyimpan cadangan energi dan mineral yang sangat signifikan.


Berita Terkait


News Update