Monorel Rasuna Said Gagal Diwujudkan Berakhir Mangkrak, Sutiyoso Sedih

Rabu 14 Jan 2026, 16:13 WIB
Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Sutiyoso meninjau pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Januari 2025 (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Sutiyoso meninjau pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Januari 2025 (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Mantan Gubernur Jakarta, Sutiyoso menceritakan proyek monorel di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan yang gagal diwujudkan hingga berakhir mangkrak.

"Pada 2003, saya mulai memikirkan bagaimana menanggulangi kemacetan Jakarta, dan saya kumpulkan semua pakar-pakar transportasi dari berbagai Universitas ntuk merancang jaringan transportasi makro Ibu Kota," kata Sutiyoso di lokasi, Rabu, 14 Januari 2026.

Sosok yang akrab disapa Bang Yos itu berujar, proses perencanaan proyek transportasi umum di Jakarta cukup lama.

"Proses ini dilakukan yang memakan waktu berbulan-bulan tentunya karena dilakukan survei segala macam, saya studi banding ke beberapa negara, di Kolombia. Karena situasinya sama dengan di Jakarta," ujarnya.

Baca Juga: Sosok Kelly, Jo, Mama Jo, Milo, Tom, dan Zane di Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Siapa? Ini Dugaan Identitas yang Tuai Teka-Teki

Setelah itu, ia memutuskan jaringan transportasi di ibu kota terdiri dari empat moda. MRT berada di Bawah tanah, koridor darat dari busway, monorel di atas, dan alternatif waterway.

"Akhirnya saya putuskan jaringan transportasi ibu kota itu terdiri dari empat moda ya. Moda yang paling besar adalah MRT di bawah tanah ya. Terus ada monorel di atas, ada busway 15 koridor di bawah, dan ada alternatif namanya waterway," ucapnya.

Busway Teralisasi, Monorel Batal

Namun, kondisi ekonomi di Jakarta belum begitu baik pascareformasi 1998. Berdasarkan usulan pakar, busway paling memungkinkan untuk digarap tanpa investor.

"Jadi saya tanya kepada tim itu, 'ini moda apa yang enggak perlu investor?' Dijawab jelas 'Busway Pak', gitu. Oleh karena itu saya mulai dengan Busway," ujar dia.

Baca Juga: Sosok Anak dan Istri Roby Tremonti Siapa? Ini Fakta Keluarga yang Disorot Usai Memoar Aurelie Moeremans Bikin Geger

Di sisi lain, ia masih merencanakan pembangunan monorel yang disetujui Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Kemudian, proyek tersebut rencananya didukung investor dari China.

"Rencananya jelas, investornya juga ada dari China, tapi saya harus berhenti tahun 2007. Akibatnya, saya tidak tahu, terus mangkrak jadi besi tua seperti ini, dan tahun 2014 monorel ini diganti dengan LRT, yang tidak ada rencana sebelumnya," katanya.

Sementara itu, semasa kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi), proyek tersebut tidak dilanjutkan hingga berakhir mangkrak.

"Tentu Gubernur waktu itu (Jokowi) punya alasan yang saya tidak tahu ya. Nah, sejak itulah mangkrak total ini, jadi besi tua, jadi apa namanya barang seperti ini yang merusak estetika kota," katanya.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung mengambil kebijakan pembongkaran tiang monorel mangkrak. Sutiyoso mengapresiasi langkah tersebut.

"Saya kira sudah ditawarkan oleh Gubernur Pramono. Tidak bisa melanjutkan, ya dibongkar. Itu pilihan yang paling buruk, tetapi harus kita lakukan itu ya. Dan saya sekali lagi secara pribadi saya terima kasih. Mudah-mudahan kalau saya lewat ini enggak sakit mata lagi," tutur dia.

Proses pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Januari 2025. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Di satu sisi, ia mengaku sedih proyek itu tidak bisa diselesaikan. Kesedihannya juga terasa begitu penerusnya juga enggan melanjutkan pembangunan monorel.

"Ya, sedih aja ya gitu kan, aku mulai itu jadinya kayak begini," kata dia.

Lebih lanjut, Bang Yos juga berharap, tiang monorel di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, juga dibongkar begitu penataan Rasuna Said selesai dalam Waktu delapan bulan.

"Supaya Anda tahu, kenapa kok minta rute Senayan? supaya nanti kalau bobotoh dari Bandung datang, Bonek dari Surabaya datang dari stasiun, tidak darat dia langsung monorel ke sana," ucap dia.


Berita Terkait


News Update