POSKOTA.CO.ID - Kabar mengenai pencairan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 1 2026 mulai ramai diperbincangkan.
Mengacu pada berbagai sumber, termasuk informasi yang dikutip dari kanal YouTube Sukron Channel, Rabu, 14 Januari 2026 penyaluran bansos PKH dan BPNT Tahap 1 diperkirakan mulai diproses secara bertahap.
Meski belum ada tanggal pasti yang ditetapkan pemerintah, sejumlah indikator menunjukkan proses administrasi telah berjalan di tingkat pusat.
Pemerintah sendiri masih mempertahankan dua mekanisme utama dalam menyalurkan bantuan sosial PKH dan BPNT untuk periode Januari–Maret 2026.
Di mana, penyaluran bansos melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) tetap dilakukan lewat bank-bank milik negara (Himbara), yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BSI.
Skema ini berlaku bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memiliki akses perbankan memadai.
Berdasarkan estimasi, dana bansos tahap pertama tahun 2026 akan mulai masuk ke rekening KKS pada rentang Januari hingga Maret 2026.
Pencairan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan data dan wilayah masing-masing.
Sementara itu, penyaluran melalui PT Pos Indonesia dikhususkan bagi daerah yang masuk kategori Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).
KPM di wilayah pegunungan, kepulauan, atau daerah dengan keterbatasan akses perbankan akan menerima bantuan secara tunai.
Melalui skema ini, bantuan biasanya diberikan sekaligus untuk periode tiga bulan agar lebih efisien dan mengurangi beban mobilitas masyarakat.
Kriteria KPM yang Dipastikan Cair Tanpa Kendala
Tidak semua penerima bansos lama otomatis mendapatkan bantuan pada tahun 2026.
Pemerintah melakukan pemutakhiran data untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Namun, KPM dipastikan kembali menerima bantuan apabila memenuhi sejumlah kriteria utama.
Pertama, memiliki komponen PKH yang masih aktif dalam Kartu Keluarga, seperti ibu hamil, anak usia dini, siswa SD hingga SMA, lansia, atau penyandang disabilitas berat.
Kedua, data kepesertaan telah terintegrasi dan valid di DTSN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional).
Tidak boleh ada perbedaan antara data kependudukan, data perbankan, maupun data bansos sebelumnya.
Ketiga, lolos proses verifikasi dan penetapan pusat, yang ditandai dengan masuknya nama KPM dalam Surat Keputusan (SK) penerima bansos periode Januari–Maret 2026 dari Kementerian Sosial.
Rincian Besaran Bansos PKH Tahun 2026
Berikut besaran bantuan PKH Tahap 1 2026 yang diterima KPM sesuai kategori .
- Ibu hamil: Rp3 juta per tahun atau Rp750.000 per tahap
- Anak usia dini: Rp3 juta per tahun atau Rp750.000 per tahap
- Siswa SD: Rp900.000 per tahun atau Rp225.000 per tahap
- Siswa SMP: Rp1,5 juta per tahun atau Rp375.000 per tahap
- Siswa SMA: Rp2 juta per tahun atau Rp500.000 per tahap
- Disabilitas berat: Rp2,4 juta per tahun atau Rp600.000 per tahap
- Lanjut usia 60+: Rp2,4 juta per tahun atau Rp600.000 per tahap
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp10,8 juta per tahun atau Rp2,7 juta per tahap
Rincian Besaran Bansos BPNT Tahun 2026
Selain PKH, pemerintah juga menyalurkan BPNT atau Program Kartu Sembako dalam bentuk saldo elektronik sebesar Rp200.000 per bulan.
Biasanya, dana BPNT dicairkan sekaligus Rp600.000 untuk tiga bulan dalam satu tahap.
Dana ini dapat ditarik tunai melalui ATM bank Himbara atau kantor Pos Indonesia, meskipun di lapangan kerap terjadi pencairan rapel akibat kendala teknis.
Jadwal Pencairan Bansos Tahun 2026
Mengacu pada pola tahun sebelumnya, pencairan bansos dilakukan empat tahap dalam setahun.
- Tahap 1: Januari–Maret
- Tahap 2: April–Juni
- Tahap 3: Juli–September
- Tahap 4: Oktober–Desember
- Pemerintah tidak menetapkan tanggal pasti pencairan, sehingga KPM disarankan rutin memantau informasi resmi.
Baca Juga: Penerima KJP Plus DKI Jakarta Wajib Tahu! Cek Bansos via SILADU
Cara Cek Status Penerima Bansos
Untuk memastikan status penerimaan, masyarakat dapat mengakses laman resmi Kemensos dengan langkah berikut.
- Buka situs cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih wilayah domisili sesuai e-KTP
- Masukkan nama lengkap tanpa singkatan
- Ketik kode captcha
- Klik “Cari Data”
- Jika terdaftar, sistem akan menampilkan identitas penerima dan jenis bansos dengan status “YA”.
Jadi, pastikan masyarakat mengecek secara berkala penyaluran bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2026 menjelang Ramadhan.
