Dari Pabrik hingga Logistik, Hyundai Siapkan Robot Humanoid Atlas Mulai 2028

Selasa 13 Jan 2026, 17:21 WIB
Hyundai Motor Group memaparkan strategi AI Robotics di CES 2026. (Sumber: Hyundai)

Hyundai Motor Group memaparkan strategi AI Robotics di CES 2026. (Sumber: Hyundai)

Salah satu sorotan utama CES 2026 adalah kehadiran robot humanoid Atlas dari Boston Dynamics. Robot ini dirancang khusus untuk kebutuhan industri dengan fokus pada keselamatan, keandalan, dan fleksibilitas.

Atlas dikembangkan agar dapat beroperasi di lingkungan yang sebelumnya dirancang untuk manusia. Dengan 56 derajat kebebasan, tangan berukuran setara manusia, serta sensor sentuhan canggih, Atlas mampu menangani tugas berat secara presisi dan otonom.

Robot ini mendukung berbagai aplikasi industri seperti material sequencing, perakitan, hingga pengoperasian mesin, sambil tetap menjaga standar keselamatan tinggi.

Baca Juga: Artefak Otomotif Langka, Ford Probe IV Concept Dijual di Amerika Serikat. 

Hyundai Motor Group menyebut Atlas sebagai standar baru robot humanoid industri. Beberapa kapabilitas utamanya meliputi:

  • Proses pelatihan tugas yang cepat, sebagian besar dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu hari
  • Operasi mandiri sejak hari pertama, termasuk penggantian baterai otomatis
  • Kemampuan mengangkat beban hingga 50 kilogram dengan presisi tinggi
  • Ketahanan terhadap air dan suhu ekstrem, dari -20°C hingga 40°C

Group memproyeksikan robot humanoid akan menjadi segmen terbesar dalam pasar Physical AI di masa depan.

Jadwal Implementasi Atlas di Pabrik Hyundai

Hyundai Motor Group menargetkan penerapan Atlas secara bertahap. Robot ini akan mulai digunakan pada proses yang telah tervalidasi dari sisi keselamatan dan kualitas mulai 2028, seperti parts sequencing.

Baca Juga: Malaysia Kian Dekati Status Raja Otomotif ASEAN, Indonesia Tertekan

Pada 2030, Atlas direncanakan masuk ke lini perakitan komponen, sebelum akhirnya diperluas ke seluruh fasilitas produksi global, termasuk Hyundai Motor Group Metaplant America (HMGMA) di Georgia, Amerika Serikat.

Pendekatan ini mencerminkan konsep human-centered automation, di mana manusia tetap memegang kendali penuh, sementara robot menangani pekerjaan berat dan berisiko.

Untuk mempercepat skala produksi dan komersialisasi, Hyundai Motor Group membangun Group Value Network, sebuah strategi terpusat yang memanfaatkan seluruh kapabilitas afiliasi Group.

Rantai nilai ini mengintegrasikan manufaktur, software, logistik, hingga komponen robotika. Salah satu pilar utamanya adalah Software-Defined Factory (SDF), pabrik pintar berbasis data yang memungkinkan robot terus belajar dan berkembang melalui analisis data produksi.


Berita Terkait


News Update