JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sepanjang 2025, BYD berhasil mengukuhkan diri sebagai merek mobil China dengan penjualan retail terbesar di Indonesia.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil BYD dari diler ke konsumen mencapai 44.342 unit, dengan pangsa pasar 5,3 persen.
Capaian tersebut menempatkan BYD jauh di atas para rival senegaranya. Puncak penjualan BYD terjadi pada Oktober 2025, saat perusahaan berhasil menyalurkan 8.243 unit ke tangan konsumen dalam satu bulan.
Tingginya penjualan BYD diyakini didorong oleh sejumlah faktor, salah satunya insentif kendaraan listrik yang membuat harga produk BYD semakin kompetitif di pasar nasional.
Baca Juga: Ekspor Motor Indonesia 2025 Turun, CBU Anjlok Hampir 5 Persen
Kontribusi signifikan juga datang dari kehadiran BYD Atto 1, mobil listrik mungil yang diperkenalkan pada GIIAS 2025.
Model ini menarik perhatian karena dibanderol mulai Rp 199 juta, menjadikannya salah satu EV paling terjangkau di Indonesia.
Wuling Konsisten di Posisi Kedua

Di posisi kedua, Wuling mencatatkan penjualan retail sebesar 20.607 unit sepanjang 2025. Merek ini dikenal konsisten menjaga distribusi di kisaran 1.000 unit per bulan.
Untuk mempertahankan performa tersebut, Wuling menghadirkan sejumlah produk baru yang fokus pada lini elektrifikasi, termasuk Wuling Cortez Darion yang tersedia dalam dua pilihan, yakni Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Baca Juga: Mobil Toyota GR Yaris Morizo RR Resmi Diperkenalkan, Diproduksi 200 Unit
Denza Menggeliat Meski Model Terbatas

Sub merek BYD, Denza, menempati posisi keempat merek mobil Cina terlaris di Indonesia dengan penjualan retail 7.324 unit. Menariknya, angka tersebut diraih hanya dari satu model, yakni MPV premium Denza D9.
