“Masa peminjaman ini kami pandang sebagai bagian penting dari proses perkembangan mereka. Kami ingin mereka kembali ke Persija dengan pengalaman yang lebih kaya dan mental yang lebih siap,” ujar Bambang Pamungkas dalam keterangan resmi.
Bepe, sapaan akrabnya, juga menilai bahwa minimnya menit bermain di tim utama berpotensi menghambat perkembangan pemain muda. Oleh karena itu, Persija memilih jalan tengah agar para pemain tetap mendapatkan tekanan pertandingan yang nyata.
Catatan Penampilan Nico, Figo, dan Jehan Musim Ini
Sebelum dipinjamkan, ketiga pemain tersebut sempat mencicipi atmosfer Super League bersama Persija Jakarta. Alfriyanto Nico Saputro menjadi pemain dengan menit tampil terbanyak di antara ketiganya. Ia mencatat lima penampilan dan menyumbangkan satu assist untuk Macan Kemayoran.
Figo Dennis mendapatkan dua kesempatan bermain, sementara Jehan Pahlevi baru sekali turun ke lapangan. Meski kontribusi mereka belum terlalu menonjol, Persija menilai potensi ketiganya masih sangat terbuka untuk berkembang.
Keputusan pelatih Mauricio Souza ini mencerminkan keseriusan Persija Jakarta dalam membangun fondasi tim yang kuat.
Dengan mematangkan pemain muda melalui pengalaman bermain reguler di klub lain, Persija berharap Nico, Figo, dan Jehan bisa kembali ke Jakarta sebagai pemain yang lebih siap menghadapi tuntutan kompetisi level tertinggi.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Persija dalam menjaga keseimbangan antara prestasi jangka pendek dan pembangunan tim jangka panjang.
