POSKOTA.CO.ID - Setelah sebelumnya Liga 4 Indonesia ramai atas insiden tendangan kungfu brutal yang dilakukan pemain PS Putra Jaya Muhammad Hilmi Gimnastiar terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung, kejadian seperti hal tersebut terulang kembali.
Kini, aksi tendangan kung fu yang menghantam wajah lawan dan diikuti oleh keputusan wasit yang kontroversial, memicu kecaman dari publik.
Insiden ini terjadi pada laga lanjutan Liga 4 Jogja antara UAD FC melawan KAFI Jogja FC di Lapangan Sitimulyo, Selasa 6 Januari sore. Suasana pertandingan yang sudah panas berubah mencekam di menit ke-73, saat KAFI unggul 1-0.
Baca Juga: Jadwal Barcelona vs Bilbao di Piala Super Spanyol 2026, Kick-Off Dini Hari Pukul 02.00 WIB
Aksi Brutal dan Respon Wasit yang Dipertanyakan
Dari rekaman video yang viral di media sosial, terlihat jelas pemain KAFI (nomor punggung 2) mengangkat kakinya sangat tinggi hingga ke area kepala, dan dengan sengaja menendang wajah pemain UAD FC (nomor punggung 24) yang sedang berlari. Korban langsung terkapar di lapangan menahan rasa sakit.
Yang memicu kontroversi lebih besar adalah respon wasit. Alih-alih memberikan kartu merah langsung untuk pelanggaran berbahaya, wasit hanya memberi peringatan kartu kuning kepada pelaku. Keputusan ini dinilai sangat tidak proporsional dan mengabaikan keselamatan pemain.
Tindakan wasit semakin dipertanyakan usai insiden. Bukannya segera memanggil tim medis untuk memeriksa pemain yang terkapar, wasit justru terlihat mendekati dan meminta sang pemain untuk segera bangun dan melanjutkan pertandingan. Pertandingan pun dilanjutkan seolah insiden serius tidak terjadi.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan ke-21 Malam Ini: Ada Manchester United dan Chelsea
Liga 4: Rekaman Buruk yang Terus Berulang
Insiden ini merupakan yang terbaru dalam serangkaian catatan buruk kekerasan di kasta terbawah sepakbola Indonesia. Liga 4 seolah belum mampu melepaskan diri dari citra pertandingan kasar, disiplin rendah, dan pengelolaan pertandingan yang amburadul.
Publik kini menunggu tindakan tegas dari penyelenggara kompetisi dan asosiasi sepakbola setempat. Tuntutan utama adalah sanksi berat bagi pelaku dan evaluasi mendalam terhadap kinerja wasit serta protokol keselamatan pertandingan.
Pernyataan Resmi KAFI Jogja

