Curhat Pedagang Pasar Taman Puring Pasca Kebakaran, Penjualan Menurun 75 Persen Berharap Perhatian Pemerintah

Rabu 07 Jan 2026, 13:52 WIB
Kondisi Pasar Taman Puring pasca kejadian kebakaran, Rabu, 7 Januari 2026. Terlihat pedagang berjualan dengan hanya bermodalkan tenda. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Kondisi Pasar Taman Puring pasca kejadian kebakaran, Rabu, 7 Januari 2026. Terlihat pedagang berjualan dengan hanya bermodalkan tenda. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Puluhan pedagang Pasar Taman Puring bertahan ditengah kondisi pasar yang masih menyisakan duka pasca kejadian kebakaran yang melahap lapak-lapak mereka.

Pantauan Poskota di lokasi pada Rabu, 7 Januari 2026 siang, pedagang yang bertahan mendirikan lapak dengan tenda seadanya.

Beberapa pedagang bahkan berjualan dengan tenda yang terlihat sangat sederhana dan ringkih karena hanya berpondasi tiang besi.

Kondisi ini dikeluhkan sejumlah pedagang yang sampai hari ini masih bertahan untuk berjualan demi mencari nafkah untuk anak dan istri mereka.

Baca Juga: Pembongkaran Tiang Monorel Diminta Tak Picu Macet, DPRD Jakarta Usul Dikerjakan Malam Hari

"Kalau untuk kondisi sekarang ini sangat prihatin, karena semenjak kebakaran ya jadi sepi," kata Tino, pedagang pakaian di Pasar Taman Puring yang sampai hari ini masih berjualan, Rabu.

Tino mengatakan, pasca kebakaran, pedagang seperti dirinya memilih untuk tetap berjualan dengan mendirikan tenda seadanya.

Pedagang di Pasar Taman Puring berdagang dengan tenda seadanya. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Bahkan ia menyebut jika saat kondisi hujan, terpaksa harus menutup dagangannya dengan menggunakan terpal atau plastik besar yang telah disiapkan.

"Ya kalau ujan kita tutup pakaian kita palai terpal, ya jadi enggak bisa berjualan," ucap dia.

Baca Juga: Dishub DKI Siapkan Rekayasa Lalin Pembongkaran Tiang Monorel di Rasuna Said

Tino sendiri mengaku kejadian kebakaran Pasar Taman Puring yang terjadi pada akhie bulan Juli 2025 lalu membuat dirinya mengalami kerugian hingga sekitar Rp 150 juta.

Saat kejadian kebakaran, seluruh dagangan pakaian termasuk kios tempat dia berjualan sudah luluh lantah dilalap sijago merah.

Ia mengaku sekarang ini penjualan dagangan pakaian miliknya menurun sampai 75 persen pasca kebakaran yang merugikan ratusan pedagang di lokasi itu.

"Kalau untuk penjualan sekarang ini, 75 persen menurun mah ada setelah kejadian kebakaran," ungkapnya.

Baca Juga: Tzu Chi Hospital Milik Siapa? Viral Pelayanan BPJS di PIK Tuai Pujian Warganet

Tino sangat berharap pemerintah dapat membangun kembali kios-kios untuk pedagang Pasar Taman Puring. Sebab berjualan menjadi satu-satunya mata pencaharaian.

"Harapannya sih bisa dibangun kembali, biar kami juga bisa berjualan enak. Kami siap jika harud bayar retribusi asalkan sesuai," ucap Tino.

Hal senada diutarakan pedagang sepatu bernama Wildan. Ia sendiri mengaku kebakaran yang melanda Pasar Taman Puring itu membuat dirinya merugi hingga Rp50 juta lebih.

Sekarang ini, Wildan berjualan dengan hanya bermodalkan tenda dan rak-rak kayu yang digunakan untuk meletakkan sepatu dagangannya itu.

"Kalau ditanya harapan, harapannya pengennya dibangun lagi. Jadi pedagang juga bisa kembali berjualan dengan nyaman," ujarnya. (pan)


Berita Terkait


News Update