POSKOTA.CO.ID - Pertandingan klasik antara Persib Bandung vs Persija Jakarta kembali menegaskan statusnya sebagai laga paling bergengsi dalam sepak bola nasional.
Melansir dari instagram @persib, seluruh tiket pertandingan pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 dipastikan habis terjual, dengan total 26.000 kursi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) akan terisi penuh oleh pendukung tuan rumah pada laga yang digelar Minggu, 11 Januari 2026.
Antusiasme ini bukan sekadar angka statistik penjualan tiket. Ia merepresentasikan ikatan emosional yang panjang antara klub, kota, dan pendukung setianya sebuah fenomena sosial yang telah melekat kuat dalam budaya sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Harga Rawit Ijo dan Daging Ayam Masih Tinggi di Pasar, Pedagang Menjerit Omset Menurun
Antusiasme Bobotoh dan Makna Dukungan Penuh Stadion
Kehadiran puluhan ribu Bobotoh di GBLA dipandang sebagai energi kolektif yang dapat memengaruhi atmosfer dan performa tim di lapangan. Head of Communications PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhi Pratama, menyampaikan apresiasi mendalam atas loyalitas suporter yang konsisten memberikan dukungan dalam setiap situasi.
Menurut Adhi, dukungan masif ini bukan hanya menjadi kekuatan moral bagi pemain, tetapi juga amanah besar bagi manajemen dan panitia pelaksana untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman, tertib, dan nyaman.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan Bobotoh yang luar biasa. Dukungan ini menjadi tanggung jawab kami untuk memastikan laga berjalan aman dan nyaman,” ujar Adhi di Bandung, Selasa, 6 Januari 2026.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sepak bola modern tidak lagi semata soal hasil akhir, melainkan juga pengalaman menonton yang aman dan berkelas.
Manajemen Tegaskan Aturan Tiket Resmi
Seiring tingginya permintaan tiket, manajemen Persib kembali menegaskan bahwa tiket yang dibeli di luar kanal resmi bukan menjadi tanggung jawab klub.
Pendukung yang tidak memiliki tiket sah dilarang mendekati area stadion, demi mencegah penumpukan massa dan potensi gangguan keamanan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengelolaan pertandingan profesional, sekaligus pembelajaran penting bagi publik tentang pentingnya literasi pembelian tiket resmi dalam ekosistem olahraga modern.
