Kontrak Jumbo Kendaraan Desa Disorot DPR: Jangan Abaikan Produk Lokal

Sabtu 21 Feb 2026, 19:24 WIB
DPR RI menyoroti pengadaan 105.000 kendaraan niaga senilai Rp24,66 triliun. (Sumber: Dok. Mahindra)

DPR RI menyoroti pengadaan 105.000 kendaraan niaga senilai Rp24,66 triliun. (Sumber: Dok. Mahindra)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty menyoroti kontrak pengadaan kendaraan niaga senilai Rp24,66 triliun yang diamankan PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Proyek tersebut mencakup pengadaan total 105.000 unit kendaraan dari dua produsen otomotif asal India.

Rinciannya, 35.000 unit Scorpio Pik Up dipasok Mahindra & Mahindra, sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors yang terdiri atas Yodha Pick-Up dan Ultra T.7 Light Truck.

Menurut Evita, nilai proyek yang sangat besar membuat kebijakan ini memiliki implikasi luas, tidak hanya pada distribusi pangan desa tetapi juga terhadap arah industri nasional.

Baca Juga: Yamaha Gelar Run The City Grand Filano di Bone, Diramaikan Ratusan Anak Muda

“Ini pengadaan dalam skala sangat besar. Dampaknya bukan hanya pada logistik desa, tetapi juga terhadap struktur industri otomotif nasional,” kata Evita dalam siaran persnya.

Komisi VII Dukung Sikap Kemenperin

Sebagai mitra kerja Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Komisi VII DPR RI menyatakan sejalan dengan pandangan pemerintah bahwa industri otomotif nasional sebenarnya memiliki kapasitas memadai.

Evita menyebut, kapasitas produksi kendaraan pick-up dalam negeri diperkirakan mencapai sekitar satu juta unit per tahun. Dengan kemampuan tersebut, kebutuhan kendaraan niaga terutama tipe penggerak dua roda (4x2) dinilai secara volume bisa dipenuhi industri lokal.

“Kami sejalan dengan Kementerian Perindustrian bahwa pengadaan pemerintah harus menjadi instrumen untuk memperkuat industri dalam negeri. Kapasitas produksi nasional kita sangat memadai,” ujarnya.

Baca Juga: IIMS 2026 Tembus 580 Ribu Pengunjung, Transaksi Capai Rp8,7 Triliun

Spesifikasi 4x4 Diminta Tidak Digeneralisasi


Berita Terkait


News Update