Kia berdiri pada 1944 dengan nama Kyungsung Precision Industry, didirikan oleh Kim Cheol-ho. Pada awalnya, perusahaan ini bergerak di bidang produksi komponen logam.
Nama Kia baru digunakan secara resmi pada 1952, bertepatan dengan diperkenalkannya produk mobilitas pertama mereka, sepeda 3000-Liho.
Tonggak sejarah berikutnya tercipta pada 1973 ketika Kia membangun Sohari Plant, yang kini dikenal sebagai AutoLand Gwangmyeong. Fasilitas tersebut tercatat sebagai pabrik otomotif terintegrasi pertama di Korea Selatan, sekaligus membuka jalan Kia masuk ke industri kendaraan roda empat.
Baca Juga: Bukan Vespa, Ini Keunikan Suzuki Gemma 125 yang Meluncur Sejak 1982
Langkah tersebut terealisasi pada 1974 lewat peluncuran Kia Brisa. Sejak saat itu, Kia terus menancapkan eksistensinya di pasar global melalui berbagai model penting, seperti Kia Pride pada 1987 dan Kia Sportage pada 1993, yang dikenal sebagai salah satu pelopor SUV urban.
Transformasi besar terjadi pada 1997 ketika Kia bergabung dengan Hyundai Motor Group. Perubahan arah semakin terasa pada 2005, saat Euisun Chung memimpin Kia dan memperkenalkan strategi Design Management.
Salah satu langkah krusialnya ialah merekrut desainer global Peter Schreyer sebagai Chief Design Officer, yang kemudian memperkuat identitas visual Kia di tingkat dunia.
Perayaan 80 tahun ini juga menjadi momentum untuk menyoroti peran sumber daya manusia di balik perkembangan Kia. Melalui rangkaian cerita, film khusus, serta penampilan dari Kia Ambassador sekaligus violinist kelas dunia, Clara-Jumi Kang. Kia menegaskan bahwa fondasi kekuatan merek tidak lepas dari kontribusi manusia di dalamnya.
Baca Juga: BMW Banting Harga Gila-gilaan, Diskon Tembus Rp600 Jutaan
Chairman Hyundai Motor Group, Euisun Chung, menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam perjalanan Kia
“Sejarah 80 tahun Kia adalah sebuah perjalanan yang luar biasa. Atas nama Hyundai Motor Group, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjadi bagian dari warisan Kia,” ujarnya.
Presiden dan CEO Kia, Ho Sung Song menegaskan bahwa warisan tersebut akan menjadi bekal penting menghadapi masa depan.
