CIANJUR, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar), Abdul Karim, menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kewirausahaan pemuda sebagai strategi pembangunan daerah pada kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan yang digelar di Aula Desa Purabaya, Kecamatan Leles, Kabupaten Cianjur, Rabu, 10 Desember 2025.
Menurut Abdul Karim, pembangunan daerah tidak lagi cukup bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi harus diarahkan pada pemberdayaan generasi muda sebagai motor penggerak ekonomi.
Ia menilai, tingginya angka pengangguran terbuka di Indonesia, terutama di kalangan usia produktif mengharuskan adanya pergeseran paradigma dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator).
“Pemuda adalah aset strategis. Jika kita tidak menyiapkan mereka menjadi wirausaha yang tangguh dan inovatif, maka potensi daerah akan sulit berkembang optimal,” tegas politisi Partai Gerindra ini.
Abdul Karim menilai Cianjur memiliki modal besar untuk tumbuh sebagai daerah yang digerakkan oleh wirausaha muda. Mulai dari sektor pertanian seperti Padi Pandanwangi dan hortikultura, pariwisata alam, hingga ekonomi kreatif, seluruhnya menyimpan peluang besar untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Namun, kata dia, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan pemuda karena masih menghadapi sejumlah kendala. “Rendahnya literasi bisnis, sulitnya akses modal awal, hingga lemahnya ekosistem pendukung membuat pemuda kita berada pada level Starter dan Survival. Banyak yang semangat berusaha, tetapi tidak didukung kompetensi manajemen dan jejaring,” ujar Karim.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar usaha pemuda masih berskala mikro dan mengandalkan model bisnis tradisional, dengan literasi keuangan dan pemasaran digital yang masih rendah.
Momentum Krusial
Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Cianjur tersebut menilai periode 2025–2030 merupakan masa krusial dalam rencana pembangunan jangka menengah Kabupaten Cianjur. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus untuk memperkuat kewirausahaan pemuda berbasis potensi lokal.
“Cianjur harus punya peta jalan (roadmap) yang jelas dan terarah tentang bagaimana menyiapkan pemuda menjadi wirausaha mandiri. Tidak bisa lagi program dilakukan secara insidental tanpa pendampingan lanjutan,” tegasnya.
