JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan revitalisasi Pelabuhan Pulau Pari di Kepulauan Seribu pada Jumat, 13 Maret 2026.
Pramono berharap, dengan peningkatan fasilitas pelabuhan tersebut, akses transportasi laut menuju Kepulauan Seribu menjadi lebih baik dan memperlancar aktivitas ekonomi di wilayah kepulauan.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada hari ini Jumat tanggal 13 Maret 2026 revitalisasi pelabuhan Pulau Pari saya nyatakan diresmikan," ujar Pramono.
"Dengan akses transportasi laut yang lebih baik, mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi di Kepulauan Seribu diharapkan semakin lancar," sambungnya.
Baca Juga: Cegah Pencemaran Laut, Pramono Anung Resmikan Sistem Pengolahan Limbah Domestik di Pulau Pramuka
Pramono juga menyinggung masih adanya pembangunan pelabuhan lain, yakni di Pulau Pramuka yang hingga saat ini belum terselesaikan.
"Saya sudah meminta kepada jajaran wali kota untuk memprioritaskan diselesaikan pada tahun ini dan tadi saya sudah bicara juga dengan Bapak Wakil Kepala Dinas Perhubungan, itu menjadi prioritas untuk segera diselesaikan," ungkap Pramono.
Sebagai informasi, mengenai tarif retribusi transportasi laut dari Muara Angke menuju sejumlah pulau di Kepulauan Seribu, di antaranya:
- Zona 1, rute Muara Angke menuju Pulau Untung Jawa, Pulau Pari, dan Pulau Lancang serta rute sebaliknya dikenakan tarif sebesar Rp44.000.
- Zona 2 meliputi rute Muara Angke menuju Pulau Panggang, Pulau Pramuka, Pulau Payung, Pulau Tidung, Pulau Kelapa, dan Pulau Sabira dengan tarif sebesar Rp54.000.
- Zona 2+, rute Muara Angke menuju Pulau Sabira dan sebaliknya dikenakan tarif Rp74.000.
- Baca Juga: Jakarta Hijab Fest 2026 Digelar di Tanah Abang, Pramono Anung Dorong Kebangkitan UMKM Fesyen Muslim
Harga tiket tersebut sudah termasuk retribusi peron sebesar Rp2.000 dan asuransi Jasa Raharja sebesar Rp2.000.
Fasilitas Pelabuhan Pulau Pari
Pelabuhan Pulau Pari dibangun di atas lahan seluas sekitar 4.187 meter persegi dan menjadi salah satu fasilitas transportasi laut bagi warga maupun wisatawan yang berkunjung ke Pulau Pari.
Pembangunan dermaga pelabuhan dilakukan secara bertahap. Dermaga laut yang dibangun memiliki luas sekitar 480 meter persegi dan dilengkapi breakwater seluas 656 meter persegi yang berfungsi untuk meredam gelombang laut.
