CIANJUR, POSKOTA.CO.ID - Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat (Jabar), Abdul Karim menegaskan, keberadaan koperasi harus menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Hal itu ia sampaikan saat meresmikan Koperasi Samawa Akar Nusantara di Kabupaten Cianjur, yang turut dihadiri Ketua Koordinator Koperasi Merah Putih (KMP) Kabupaten Cianjur, Hadi Jumhadi.
Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, koperasi memiliki peran strategis dalam menjadikan desa sebagai pusat aktivitas ekonomi, mulai dari produksi, distribusi hingga konsumsi. Menurutnya, pemerintah tengah mendorong kebangkitan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat.
“Koperasi harus menjadi pusat ekonomi desa. Bukan hanya wadah simpan pinjam, tetapi juga lembaga yang mengatur alur pangan, distribusi kebutuhan pokok, hingga layanan usaha masyarakat,” kata Abdul Karim, Kamis, 20 November 2025.
Baca Juga: Anggota DPRD Jabar Abdul Karim Dukung PIT Asal Tak Bebani Nelayan Jawa Barat
Putus Mata Rantai Rentenir
Ia menilai program Koperasi Merah Putih yang diluncurkan pemerintah pusat membawa misi besar untuk memutus mata rantai ketergantungan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil terhadap rentenir maupun pinjaman daring ilegal.
“Koperasi harus hadir memberi akses permodalan super mikro yang mudah dan adil. Ini cara paling efektif untuk mengurangi jeratan tengkulak,” kata Abdul Karim.
Melalui koperasi, pemerintah ingin membangun rantai pasok pangan yang lebih pendek dan terkendali. Koperasi akan berperan menyalurkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, hingga pupuk subsidi dengan harga lebih stabil.
Menurutnya, model ini dapat melindungi petani saat harga turun dan menjaga konsumen saat harga melonjak.
“Koperasi menjadi jembatan yang menstabilkan harga di kedua sisi,” ujarnya.
