Wakepsek SDN 15 Slipi Jakbar Bantah Paket Menu MBG Tak Layak untuk Siswa

Senin 02 Mar 2026, 15:41 WIB
Siswa SDN 15 Slipi, Palmerah, Jakarta Barat menerima menu paket MBG selama bulan puasa mulai dari susu hingga roti, Senin, 2 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Siswa SDN 15 Slipi, Palmerah, Jakarta Barat menerima menu paket MBG selama bulan puasa mulai dari susu hingga roti, Senin, 2 Maret 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

PALMERAH, POSKOTA.CO.ID - Pihak SDN 15 Slipi membantah menu makan bergizi gratis (MBG) yang diberikan kepada siswa disebut tidak layak.

Hal ini disampaikan langsung Wakil Kepala Sekolah (Wakepsek) SDN 15 Slipi, Suriadin. Ia mengatakan, menu MBG yang diberikan sudah sesuai.

Diketahui, salah satu keluhan menu makanan bergizi gratis yang dinilai tidak layak adalah peyek tempe. Namun, Suriadin menyebut peyek tempe itu bukan makanan utama, melainkan cemilan.

"Pas pembagian masa libur puasa ini, pas itu dikasih makanan ringan untuk berbuka puasa di rumah. Makanan ringan. Itu ada kurma, ada telur, ada kadang ada ubi rebus, keripik tempe, itu selama puasa," kata Suriadin, saat ditemui Senin, 2 Maret 2026.

Baca Juga: Kawanan Pencuri Bobol Pusat Gadai Cipayung Depok, Kabur Saat Polisi Datang

Suriadin menyampaikan, selama Ramadhan ini menu MBG yang dibagikan kepada siswa sedikit berbeda dari hari-hari biasanya.

Adapun menu MBG yang diberikan kepada siswa selama bulan puasa ini dalam bentuk susu, roti, telur, biskuit, hingga buah-buahan, dibagikan seminggu 2 kali setiap Senin dan Kamis.

"Untuk pembagian MBG selama puasa di laksanakan dua kali dalam seminggu, untuk Senin sampai Rabu dibagi dihari Senin, Kamis Jumat dibagi Kamis," ucap Suriadin.

Sementara itu, Suriadin mengungkapkan bahwa pada hari biasa para siswa mendapatkan menu makanan berat, seperti menu ayam katsu, ikan teri, telur, sayur, dan sejenisnya.

Baca Juga: BPOM Imbau Warga Cermat Memilih Pangan Selama Ramadhan

"Karena makanan itu makanan ringan lah, semacam snack untuk dibawa pulang dan untuk berbuka puasa di rumah, bukan dikonsumsi di sekolah. (Menu) bervariasi sih. Ya pokoknya bukan makanan berat seperti yang sebelum puasa," terang Suriadin.


Berita Terkait


News Update