Dalam kesempatan itu, legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Cianjur ini, menjelaskan bahwa pemerintah pusat bergerak cepat memperluas jangkauan Koperasi Merah Putih. Presiden Prabowo telah meresmikan lebih dari 80.000 koperasi desa dan kelurahan sebagai tahap awal gerakan nasional.
Program ini menerapkan tiga strategi utama, di antaranya:
- Mendirikan koperasi di desa yang belum memiliki,
- Merevitalisasi koperasi lama,
- Mengintegrasikan kelompok-kelompok usaha menjadi koperasi.
Melalui Instruksi Presiden, pemerintah juga mempercepat pembangunan gerai, gudang, dan fasilitas lain untuk mendukung operasional koperasi.
Selain itu, pemerintah membentuk Satgas Koperasi Merah Putih untuk memastikan implementasi berjalan tepat sasaran.
Semangat Gotong Royong
Abdul Karim menyebut, filosofi program ini selaras dengan nilai gotong royong. Ia mengutip pesan Presiden bahwa kekuatan koperasi lahir dari kebersamaan.
“Satu lidi memang lemah, tapi jika disatukan akan kuat. Begitu pula koperasi yang merupakan kekuatan ekonomi rakyat berasal dari kolektif, bukan individu,” ucapnya.
Kendati begitu, Abdul Karim mengingatkan bahwa implementasi koperasi berskala besar tidak lepas dari sejumlah tantangan, terutama terkait kualitas SDM, tata kelola, permodalan, hingga risiko politisasi.
“Koperasi harus dikelola orang-orang yang kompeten dan dipercaya masyarakat. Kalau politisasi masuk terlalu jauh, koperasi bisa kehilangan independensi,” ujarnya.
Ia mendorong pemerintah daerah ikut memastikan pembinaan, pengawasan, dan pendampingan berjalan efektif agar koperasi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Anggota DPRD Jabar, Abdul Karim Ajak Warga Pedesaan Melek Politik: Kawal Pemerataan Pembangunan
Abdul Karim berharap Koperasi Samawa Akar Nusantara dapat menjadi contoh keberhasilan model koperasi desa modern yang mandiri dan profesional.
