Sebelum klik konfirmasi, pastikan semua data berikut sudah benar, agar memudahkan proses selanjutnya seperti:
- Nama lengkap
- NUPTK
- NRG (jika ada)
- Mapel sertifikasi
- Riwayat pendidikan
- Status kepegawaian
- Satminkal / satuan kerja induk
Kesalahan kecil seperti digit NUPTK salah atau mapel tidak linear dapat menyulitkan proses selanjutnya.
Baca Juga: Wali Kota Bogor Sebut Penyebab 50 Siswa Keracunan MBG karena SPPG belum Kantongi Sertifikat Higienis
Tidak Menyimpan atau Mengunduh Bukti Konfirmasi
Bukti konfirmasi sangat penting sebagai dokumen legal untuk keperluan:
- Validasi jika terjadi error sistem
- Pembuktian jika nama tidak muncul sebagai peserta
- Pengecekan ulang oleh operator Kemenag
- Sinkronisasi data SIMPATIKA
Namun banyak guru langsung menutup browser tanpa menyimpan bukti.
Terlalu Bergantung pada Sekolah atau Operator
Sebagian guru menunggu arahan, sehingga terlambat mengunggah dokumen yang dibutuhkan, seperti:
- Operator sekolah
- Kepala madrasah
- Kantor Kemenag
Padahal konfirmasi hanya dapat dilakukan oleh guru sendiri. Operator maupun kepala madrasah tidak memiliki aksesuntuk melakukan konfirmasi atas nama Anda.
Tidak Menyiapkan Dokumen Sejak Awal
Banyak guru baru menyiapkan dokumen menjelang penutupan. Akibatnya:
- File terlalu besar
- Jaringan lemot
- Scanner bermasalah
- Stempel tidak tersedia
- File gagal terunggah
Keterlambatan sekecil apa pun bisa membuat guru kehilangan kuota PPG Daljab Kemenag.
Menganggap Tahap Konfirmasi Hanya Formalitas
Inilah kesalahpahaman terbesar. Tahap konfirmasi adalah penentu kelulusan setelah administrasi. Kesalahan pada tahap ini berakibat:
- Dianggap mengundurkan diri
- Kehilangan hak PPG tahun berjalan
- Digantikan peserta cadangan
Jika tahap ini gagal, kesempatan sertifikasi tertunda minimal satu tahun.
Proses setelah dinyatakan lulus administrasi PPG Daljab Kemenag bukanlah akhir, tetapi awal dari tahapan penting yang menentukan kelanjutan Anda dalam program.
