Warga Diminta Tenang dan tidak Terprovokasi Usai Kericuhan di Mapolres Metro Bekasi Kota

Minggu 31 Agu 2025, 20:57 WIB
Kepala Kesbangpol Kota Bekasi, Nesan Sujana. (Sumber: POSKOTA | Foto: Nurpini Aulia Rapika)

Kepala Kesbangpol Kota Bekasi, Nesan Sujana. (Sumber: POSKOTA | Foto: Nurpini Aulia Rapika)

MEDAN SATRIA, POSKOTA.CO.ID - Kepala Kesbangpol Kota Bekasi, Nesan Sujana, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang menyikapi situasi kericuhan yang sempat terjadi di depan Mapolres Metro Bekasi Kota pada Minggu 31 Agustus 2025 sore.

Nesan menegaskan, agar warga tidak mudah terprovokasi dan lebih mengedepankan komunikasi sesuai prosedur dan aturan yang berlaku.

“Kami mengimbau kepada RT, kelurahan, agar jangan sampai muncul sumber-sumber yang tidak diharapkan. Jadi, dilakukan pendekatan yang luar biasa dengan masyarakat supaya situasi tetap terjaga,” ujar Nesan kepada awak media, Minggu, 31 Agustus 2025.

Menurutnya, aspirasi masyarakat tetap bisa disampaikan dengan cara yang baik tanpa menimbulkan aksi anarkis.

Baca Juga: Mako Polres Metro Bekasi Kota Diserang Massa tak Dikenal, Polisi Tembakan Gas Air Mata

“Persoalan tentang belum sinkron bisa dibahas melalui pertemuan yang lebih ideal, harmonis, dan saling memahami. Pada prinsipnya kami mengapresiasi kehendak pendemo, tapi tolong tetap menjaga keutuhan dan kesatuan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Nesan menjelaskan bahwa Kesbangpol bersama unsur Forkopimda terus menjaga kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Kami menjaga kebersamaan dalam menghadapi persoalan, baik di tingkat daerah maupun nasional. Informasi lengkap juga kami sampaikan melalui tim yang ada,” katanya.

Ia menjelaskan, Kota Bekasi sebagai kota yang dikenal dengan kesejahteraan dan kenyamanan harus tetap dijaga oleh seluruh masyarakat.

“Bekasi ini milik semua, tanpa membedakan suku, ras, dan agama. Jangan sampai ternodai oleh kepentingan tertentu. Kita harus menjaga kewilayahan, keamanan, dan kenyamanan bersama,” ucapnya.

Sementara itu, seorang warga Medan Satria, Priyadi Santoso 55 tahun, mengaku khawatir dengan kondisi kericuhan yang terjadi dan merembet ke wilayah Bekasi. Ia menilai aksi anarkis tersebut merugikan masyarakat.


Berita Terkait


News Update