Polsek Pondok Gede Bekasi Diserang, Warga Resah

Minggu 31 Agu 2025, 12:05 WIB
Suasana mencekam kerusuhan di Pondok Gede, Kota Bekasi, Minggu 31, Agustus 2025, dini hari WIB. (Sumber: Dok. Istimewa)

Suasana mencekam kerusuhan di Pondok Gede, Kota Bekasi, Minggu 31, Agustus 2025, dini hari WIB. (Sumber: Dok. Istimewa)

PONDOK GEDE, POSKOTA.CO.ID - Suasana mencekam melanda wilayah Pondok Gede, Kota Bekasi, Minggu, 31 Agustus 2025, dini hari WIB. Pasalnya, ribuan massa merangsek ke Mapolsek Pondok Gede dari arah utara dan selatan hingga merusak sejumlah fasilitas kepolisian.

Ketua RT 06 Pondok Gede, Abdul Rohman menjelaskan, tidak mengetahui asal usul massa. Ia hanya mendapat informasi dari pihak kepolisian terkait rencana adanya penyerangan.

“Kalau massa aksi ini enggak tahu dari mana, warga mana, domisili di mana, kami enggak tahu. Karena saya sebagai ketua lingkungan di sini, hanya dapat info dari grup Polsek Pondok Gede akan adanya penyerangan demo,” kata Abdul saat dikonfirmasi, Minggu, 31 Agustus 2025.

Menurut Abdul, jumlah massa yang datang mencapai lebih dari 3.000 orang. Mereka diketahui lebih dulu merusak Polsubsektor Jatiwaringin sebelum masuk ke wilayah Pondok Gede.

Baca Juga: Demo di Depok Pekan Depan Dibatalkan

“Di sini jumlah massa itu lebih dari 3 ribu. Datang dari arah selatan dan utara. Mereka habis merusak pos pol yang ada di Jaticempaka,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar massa masih berusia remaja dan membawa benda berbahaya.

“Hampir sebagian besar remaja. Mereka membawa bambu, batu, dan bawa molotov. Beberapa kali diletupkan dan berhasil dipukul mundur sama aparat kepolisian,” ucapnya.

Akibat kerusuhan tersebut aktivitas menjadi lumpuh, dan warga sekitar merasa resah. Sementara iut, warga berupaya bersinergi menjaga lingkungan agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu yang ingin memperkeruh keadaan.

Baca Juga: Banyak Fasilitas Umum Rusak Akibat Demo Ricuh di Jakarta, Pramono Minta Segera Diperbaiki

“Kami mohon juga agar terkendali semua, agar tertangkap juga biang kerok dari ini semua. Sebagai warga sekitar merasa terganggu adanya aksi penyerangan yang tidak relevan,” tuturnya. (CR-3)


Berita Terkait


News Update