Asusila Anak di Bekasi Marak, Ketua MUI Ingatkan Orang Tua Jangan Abai

Jumat 29 Agu 2025, 19:25 WIB
Ilustrasi tindak asusila anak. (Sumber: Freepik)

Ilustrasi tindak asusila anak. (Sumber: Freepik)

BEKASI, POSKOTA.CO.ID - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Saifuddin Siroj menyoroti maraknya kasus pencabulan anak di Bekasi.

Saifuddin menegaskan, peran orang tua menjadi kunci utama pencegahan kekerasan seksual pada anak. Menurutnya, media sosial kerap menjadi pintu masuk kekerasan yang menjerat anak di bawah umur.

“Kekerasan seperti itu masuknya dari media sosial, baik dari IG, Facebook, WA, TikTok, dan sebagainya. Ini tanggung jawab orang tua, tanggung jawab keluarga. Jangan abai terhadap anak-anaknya yang menggunakan handphone,” kata Saifuddin saat ditemui Poskota, Jumat, 29 Agustus 2025.

Ia menilai, tindak asusila anak harus segera ditangani secara hukum. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) di kepolisian pun diminta lebih proaktif turun ke lapangan, bukan sekadar menunggu laporan.

Baca Juga: Acara Pesona Nusantara Bekasi Keren Ditunda, Wali Kota Sebut Bentuk Empati

“Di Polres itu ada yang namanya Unit PPA. Nah, ini harus berfungsi. Mereka jangan hanya duduk di kantor. Harus ada kolaborasi, publikasi, himbauan, dan pencerahan kepada masyarakat. Lebih baik menjaga daripada mengobati. Tindakan preventif itu penting,” tuturnya.

Kemudian, ia juga mengingatkan, tindak asusila bisa menimbulkan trauma berat bagi korban anak, sehingga pemulihan psikologis tidak kalah penting dari penegakan hukum.

“Korban apalagi masih di bawah umur pasti trauma. Harus ada jalan keluar melalui konseling, psikiater, psikolog. Ini harus dituntaskan. Pihak keluarga baik anak korban maupun pelaku juga harus ada tindakan,” ucap dia.

Ia menegaskan, kasus pencabulan anak tidak boleh dianggap lumrah. Penanganan hukum tegas terhadap pelaku harus dilakukan supaya menjadi pelajaran.

Baca Juga: Tuntut Keadilan Tewasnya Affan, Ratusan Ojol Bekasi Bergerak ke Kwitang

“Kalau ada pembiaran, nanti dianggap lumrah. Harus ada tindakan dalam membina anak itu, sehingga jadi solusi sekaligus pelajaran agar tidak terulang,” katanya. (CR-3)


Berita Terkait


News Update