Najwa Shihab Kritik Larangan Live TikTok Saat Demo: Apakah Demokrasi Sedang Terancam?

Jumat 29 Agu 2025, 06:59 WIB
Pemerintah Larang Live TikTok Saat Demo, Najwa Shihab Ingatkan Hak Publik untuk Dokumentasi (Sumber: Instagram/@najwashihab)

Pemerintah Larang Live TikTok Saat Demo, Najwa Shihab Ingatkan Hak Publik untuk Dokumentasi (Sumber: Instagram/@najwashihab)

POSKOTA.CO.ID - Ketika setiap orang bisa menjadi "jurnalis warga" berbekal kamera ponsel, peristiwa sosial dan politik sulit dilepaskan dari ruang digital.

Aksi demonstrasi, yang dulunya hanya terdokumentasi lewat media arus utama, kini tersebar secara real-time melalui siaran langsung di berbagai platform, termasuk TikTok dan Instagram.

Namun, baru-baru ini muncul aturan tidak resmi yang melarang live streaming aksi demo di TikTok. Aturan tersebut memicu perdebatan sengit di ruang publik. Salah satu suara yang paling keras menyoroti kebijakan ini datang dari jurnalis senior sekaligus pendiri Narasi, Najwa Shihab.

Najwa mengunggah pandangannya melalui Instagram, yang dalam hitungan jam ditonton lebih dari dua juta kali dan disukai lebih dari 200 ribu akun. Ia menyampaikan bahwa alasan larangan live streaming adalah kekhawatiran anak-anak ikut demo demi mengejar hadiah atau gift di TikTok.

Bagi Najwa, alasan ini tidak bisa menutup mata terhadap fakta bahwa siaran langsung publik justru menjadi salah satu cara paling efektif untuk menjaga transparansi aparat dan negara.

Baca Juga: 16 Kasus Narkoba di Cimahi Terbongkar, Ada Home Industri Pembuat Tembakau Sintetis

Najwa Shihab: Kamera Publik Sebagai Cermin Demokrasi

Najwa menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak memang hal penting. Anak-anak tidak seharusnya dijadikan tameng atau korban dalam kerusuhan. Namun, di sisi lain, membatasi live streaming justru menghilangkan alat kontrol publik yang paling sederhana dan kuat: kamera.

“Perlindungan terhadap anak itu perlu,” kata Najwa, “tetapi mari jujur, ketika publik merekam dan menyiarkan secara live, itu cara paling ampuh untuk memastikan tidak ada kewenangan aparat.”

Pernyataan ini menegaskan dua hal:

  1. Negara perlu serius menjaga anak dari risiko kerusuhan.
  2. Negara juga tidak boleh mengabaikan hak publik untuk mengawasi jalannya demo.

Kamera publik, menurut Najwa, bukan sesuatu yang harus ditakuti, melainkan cermin yang memperlihatkan bagaimana negara memperlakukan warganya.

Hak Akses Informasi di Era Digital

Larangan live TikTok ini membuka diskusi lebih luas tentang hak warga untuk mengakses informasi. Dalam konteks demokrasi modern, rekaman warga berfungsi sebagai:

  • Sumber dokumentasi sejarah: Membantu masyarakat mencatat apa yang benar-benar terjadi di lapangan.
  • Alat verifikasi fakta: Mengurangi potensi manipulasi informasi dari pihak tertentu.
  • Instrumen akuntabilitas: Menjadi pengingat bahwa tindakan aparat selalu dalam pengawasan publik.

Berita Terkait


News Update