Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Ferry Irwandi Soroti Ucapan Ahmad Sahroni: 'Anda yang Brengsek'

Jumat 29 Agu 2025, 06:22 WIB
Ferry Irwandi Sebut Mulut Ahmad Sahroni Andil dalam Tragedi Ojol (Sumber: Instagram/@irwandiferry)

Ferry Irwandi Sebut Mulut Ahmad Sahroni Andil dalam Tragedi Ojol (Sumber: Instagram/@irwandiferry)

POSKOTA.CO.ID - Jakarta, Kamis malam 28 Agustus 2025, menjadi saksi bisu salah satu tragedi demonstrasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Ribuan massa, terdiri dari mahasiswa, pelajar, hingga pengemudi ojek online, tumpah ruah di sekitar Gedung DPR RI.

Apa yang semula dimulai sebagai aksi menyuarakan aspirasi rakyat, berubah menjadi tragedi kemanusiaan setelah seorang driver ojol meregang nyawa akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob.

Peristiwa ini seketika mengubah suasana demonstrasi. Dari yang sebelumnya diwarnai orasi dan nyanyian protes, berubah mencekam oleh jeritan, kepanikan, dan amarah.

Video yang viral memperlihatkan rantis Brimob melaju kencang meninggalkan lokasi setelah diduga melindas korban. Adegan itu membuat publik terhenyak, sekaligus menyalakan gelombang kemarahan yang sulit dibendung.

Baca Juga: 3 Nasehat dan Tips untuk Anak Muda Agar Bisa Kaya Raya

Kritik Lantang Ferry Irwandi

Di dunia maya, kemarahan rakyat menemukan kanal baru. Salah satu yang paling lantang bersuara adalah aktivis sekaligus influencer, Ferry Irwandi.

Melalui akun Instagram pribadinya, ia menulis dengan nada penuh kemarahan yang menohok Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

"Anda yang brengsek. Tidak semua orang takut dengan uang, ketenaran, dan power yang anda punya" tulis Ferry

“@ahmadsahroni88, mulut Anda punya andil besar dari semua rangkaian buruk dan duka ini. Nyawa yang melayang, korban yang terluka, dan keluarga yang ditinggalkan adalah bagian dari konsekuensi ucapan dan sikap Anda,” Lanjutnya.

Lebih jauh, Ferry menegaskan bahwa kekuasaan, status sosial, maupun kekayaan tidak bisa menghapus tanggung jawab moral atas tragedi ini. Kritik tersebut viral, menambah tekanan moral dan politik terhadap para pengambil kebijakan.

Suasana Mencekam di Tanah Abang

Di lapangan, suasana jauh dari kata terkendali. Kawasan Pejompongan dan Tanah Abang berubah seperti zona konflik. Sirene meraung, klakson motor ojol bersahut-sahutan, sementara teriakan massa menggema meminta keadilan.


Berita Terkait


News Update