POSKOTA.CO.ID - Dunia Decentralized Finance (DeFi) dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat dengan lahirnya berbagai protokol inovatif.
Salah satu yang cukup menonjol adalah 1inch Network, sebuah platform yang dikenal sebagai aggregator DEX (Decentralized Exchange). Token yang mendukung ekosistem ini adalah 1inch Coin (1INCH), berperan tidak hanya sebagai alat transaksi tetapi juga instrumen governance.
Bagi banyak trader kripto, 1inch menghadirkan solusi penting: mencari harga terbaik tanpa harus repot membuka satu per satu bursa terdesentralisasi.
Melalui kombinasi teknologi smart contract dan algoritma canggih, 1inch secara otomatis membagi transaksi ke berbagai DEX untuk mendapatkan efisiensi maksimal.
Di era di mana kecepatan dan biaya transaksi sangat menentukan, 1inch menjadi jawaban praktis yang meminimalkan risiko slippage dan menekan biaya gas. Tidak berlebihan jika platform ini disebut sebagai salah satu “jembatan emas” menuju keuangan terdesentralisasi yang lebih inklusif.
Baca Juga: Menko Polkam Minta Aparat Lebih Persuasif Hadapi Demonstran
Sejarah Berdirinya 1inch Coin
Kisah 1inch bermula pada hackathon ETHNewYork tahun 2019, ketika dua pengembang berbakat, Sergej Kunz dan Anton Bukov, menciptakan prototipe aggregator DEX. Proyek ini dengan cepat menarik perhatian komunitas kripto, karena berhasil menjawab masalah klasik trader: mencari harga terbaik dengan cara paling efisien.
Pada Desember 2020, lahirlah token resmi 1INCH. Fungsinya bukan sekadar token utilitas, melainkan juga token governance. Artinya, pemegang token berhak menentukan arah pengembangan ekosistem melalui mekanisme voting dalam DAO (Decentralized Autonomous Organization).
Sergej Kunz pernah menegaskan dalam sebuah unggahan resmi:
“Kami membangun 1inch bukan hanya untuk menemukan harga termurah, tetapi juga menciptakan standar baru bagi agregasi likuiditas di DeFi.”
Sejak saat itu, 1inch berkembang melampaui perannya sebagai aggregator. Kini, ekosistemnya meliputi wallet, kartu pembayaran berbasis kripto, integrasi lintas rantai, hingga API untuk pengembang Web3.
Cara Kerja dan Fitur Utama 1inch
1inch memiliki beberapa protokol inti yang saling melengkapi:
- Aggregation Protocol
- Inti dari layanan 1inch, yaitu membagi order ke berbagai DEX untuk mencari harga terbaik.
- Menekan biaya dan meminimalkan risiko selisih harga.
- Liquidity Protocol (AMM)
- Memungkinkan pengguna menjadi penyedia likuiditas dan mendapatkan imbal hasil.
- Berfungsi mirip dengan Uniswap, tetapi dioptimalkan dengan algoritma 1inch.
- Limit Order Protocol
- Trader dapat memasang target harga, dan sistem akan mengeksekusi otomatis ketika kondisi terpenuhi.
- Fleksibilitasnya bahkan melampaui DEX tradisional.
- Fusion & Fusion+
- Swap lintas rantai dengan proteksi MEV (Miner Extractable Value).
- Beberapa transaksi bahkan bisa bebas biaya gas.
- Chi Gas Token
- Inovasi khusus untuk mengurangi biaya gas Ethereum saat jaringan sedang padat.
- 1inch Wallet & Card
- Aplikasi mobile yang mendukung pembelian kripto dengan fiat, staking, hingga pembayaran dengan kartu kripto.
- Governance DAO
- Sistem instant governance yang memberi komunitas suara langsung dalam pengambilan keputusan.
Seorang analis DeFi di platform X menyebut:
“Protokol limit order 1inch adalah salah satu yang paling fleksibel di DeFi, bahkan lebih baik dari DEX tradisional.”
Manfaat Menggunakan 1inch Coin
Mengapa banyak trader dan investor tertarik dengan 1inch? Setidaknya ada beberapa alasan kuat:
- Harga Kompetitif
- Agregasi harga dari puluhan DEX membuat swap lebih optimal.
- Selisih kecil bisa berdampak signifikan pada volume besar.
- Efisiensi Biaya
- Pengguna bisa menghemat biaya gas dengan Chi Gas Token dan fitur Fusion+.
- Pendapatan Pasif
- Melalui liquidity mining dan staking token 1INCH.
- Transparansi dan Desentralisasi
- Dengan DAO, setiap pemegang token berhak ikut menentukan kebijakan.
- Ekosistem Lengkap
- Dari swap hingga kartu pembayaran, semuanya tersedia dalam satu jaringan.
Seorang trader Telegram bahkan menuturkan pengalamannya:
“Menggunakan 1inch memberi saya keuntungan 2–3% lebih baik dibanding swap langsung di satu DEX. Selisih kecil, tapi signifikan.”
Di balik jargon teknis, ada dimensi manusiawi dari 1inch. Platform ini mencerminkan kebutuhan dasar manusia untuk efisiensi, keadilan, dan transparansi. Trader kripto, sama seperti pedagang tradisional, ingin mendapatkan harga terbaik tanpa harus menanggung biaya yang tidak perlu.
Selain itu, 1inch memberi kesempatan finansial baru bagi mereka yang mungkin tidak memiliki akses ke sistem keuangan tradisional. Dengan wallet 1inch, seseorang di negara berkembang dapat ikut serta dalam ekonomi global tanpa harus memiliki rekening bank konvensional.
Inilah alasan mengapa 1inch dianggap bukan sekadar aplikasi, tetapi bagian dari infrastruktur keuangan masa depan.
Baca Juga: 7 Sosok Anggota Brimob dalam Rantis yang Lindas Ojol Terungkap
Apakah 1inch Coin Layak Diperhatikan?
Kekuatan utama 1inch terletak pada efisiensi, inovasi, dan komunitas. Di tengah persaingan ketat platform DeFi, 1inch berhasil memposisikan diri sebagai solusi all-in-one: trading, staking, liquidity mining, hingga integrasi Web3.
Sergej Kunz menutup dengan sebuah pernyataan di media sosial:
“Kami percaya 1inch bukan hanya aplikasi, melainkan infrastruktur masa depan DeFi.”
Melihat arah perkembangan teknologi blockchain, 1inch berpotensi menjadi salah satu pilar penting dalam membangun dunia finansial terdesentralisasi.
Dunia DeFi memang penuh tantangan: volatilitas tinggi, risiko keamanan, hingga regulasi yang belum jelas. Namun, di balik itu semua, ada peluang besar untuk menciptakan sistem keuangan yang lebih adil, transparan, dan efisien.
1inch Coin dan 1inch Network adalah contoh nyata dari inovasi yang menjawab kebutuhan nyata manusia. Bukan hanya sekadar mencari harga terbaik, tetapi juga membangun standar baru dalam transparansi, partisipasi komunitas, dan keterbukaan akses.
Dengan pendekatan berbasis teknologi sekaligus berpusat pada manusia, 1inch menegaskan dirinya sebagai pemain penting dalam ekosistem DeFi global.